Kota Tangerang Jadi Rujukan Pengembangan Smart City

Kota Tangerang Jadi Rujukan Pengembangan Smart City (Nonstopnews.id)

TANGERANG- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI memilih kota Tangerang sebagai rujukan pengembangan daerah Smart City. Hal ini seiring dengan kunjungan para peserta Diklat Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo ke TLR untuk belajar pengembangan Smart City.

Syamsu Aidil selaku Kabid Penyelenggaraan Pusat Diklat Kemenkominfo menyampaikan alasannya menjadikan Kota Tangerang rujukan visitasi karena selama ini pengembangan Smart City Kota Tangerang sudah masuk dibanyak nominasi penghargaan dan memenangkannya.

"Tangerang ini kita lihat, kita tau punya inovasi yang baik. Mungkin juga nanti pengelolaannyap bisa kita terapkan," ucap Syamsu dalam sambutannya di Tangerang LIVE Room, Gedung Puspem Kota Tangerang, Senin (20/08).

Syamsu juga menambahkan pengelolaan dan pemeliharaan dari aplikasi yang sudah di ada di Kota Tangerang sangat baik. Seperti yang diterangkan Sekda, aplikasi yang memang tidak digunakan masyarakat akan dikaji kembali.

"Pak Sekda tadi kan menginstruksikan mana aplikasi yang kiranya masyarakat ini tidak begitu tau atau kurang manfaat, akan dibenahi lagi apa yang salah dan apa yang kurang," tutup Syamsu.

Sebagai informasi, peserta Diklat Kepemimpinan Kemenkominfo ini diikuti sebanyak 36 peserta yang terdiri dari eselon III & IV dilingkungan Kementerian Kominfo, LPP TVRI, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Sementara itu, Sekda Kota Tangerang Dadi Budaeri yang menyambut langsung rombongan diklat Kemenkominfo menyampaikan selama ini Kota Tangerang dengan jumlah penduduknya yang tak kurang dari 2 juta jiwa terus melakukan pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

"Tuntutan masyarakat semakin besar sehingga penggunaan IT diperlukan demi menunjang kebutuhan masyarakat kaitan dengan pelayanan publik," ujar Dadi.

Hingga saat ini telah berhasil dibangun sebanyak 172 aplikasi yang sudah kokohkan dalam 2 kelompok terbagi antara E-gov 92 aplikasi yang ranahnya mencakup internal pemkot dan sisanya untuk public service yang ranahnya mencakup percepatan pelayanan masyarakat.

"Aplikasi yang sudah dibangun ini adalah hasil kerja keras dari 36 tenaga ahli, dan hasil aplikasi layanan publik kami ada didalam satu fitur aplikasi yaitu Tangerang LIVE," papar Sekda.(Advetorial)