Konflik Warga Adena vs Pondok Jagung 2 Diduga Soal Harga Rumah

Konflik Warga Adena vs Pondok Jagung 2 Diduga Soal Harga Rumah (Nonstopnews.id)

TANGSEL - Penutupan portal secara sepihak oleh warga cluster Adena Graha Raya hingga kini menimbulkan konflik dengan warga perumahan Pondok Jagung 2, Serpong Utara Tangsel dan belum ada titik temu. 

Tak terima akses jalan ditutup, beberapa kali warga Pondok Jagung 2 mengadu ke Satpol PP bahkan kepada Walikota Tangsel. 

Yang terbaru, Senin (10/12/2018) para warga melakukan demonstrasi didepan kantor Satpol PP menuntuk portal agar dibuka kembali. 

Diduga penutupan sepihak itu, dikarenakan warga cluster Adena tak suka wilayahnya lalu lalang dilewati warga yang bukan penghuninya. 

"Ada kepentingan pribadi warga sana (Adena) yaitu biar harga rumahnya nilai jualnya jadi tinggi kalo aksesnya tak dilewati, padahal kan jalan umum sudah berpuluh tahun," kata Tri Susanto, Koordinator Aksi.

Ditanya soal mediasi, Tri menyebut pihak Satpol PP akan memberikan surat agar portal dibuka kembali. 

"Kalau dari hasil mediasi, pihak Satpol PP akan memberikan surat dibuka kembali, dalam satu atau dua hari kedepan. Kalau surat tersebut tidak keluar, maka kami akan datang lagi," tegas Tri. 

Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Perundang-undangan (Gakkumda), Oki Rudianto saat menerima perwakilan warga menyatakan, pihak Satpol PP, sudah melakukan penutupan tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Bahkan, tambah Oki, Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany beberapa kali melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait.

"Kalau kami sudah sesuai prosedur. Karena ada permintaan, dan sudah beberapa kali dimediasi dengan Ibu Walikota, yang hingga kini tidak menemukan solusi. Makanya kami tutup," kata Oki saat ditemui usai mediasi, diruang kerja Kasat Pol PP.

Oki pun mempersilahkan warga yang tak terima portal ditutup mengajukan gugatan. 

"Karena yang kami lakukan sesuai dengan prosedur, jika ada keberatan silahkan diadukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), kan mudah. Kami hanya menjalankan prosedur saja," pungkasnya. (ak)