Komunitas Otomotif Sering Dicibir Masyarakat Karena Dianggap Arogan Di Jalan Raya, Klub Captiva Ini Patut Dicontoh Soal Peduli Banjir

Komunitas Otomotif Sering Dicibir Masyarakat Karena Dianggap Arogan Di Jalan Raya, Klub Captiva Ini Patut Dicontoh Soal Peduli Banjir
Komunitas Otomotif Sering Dicibir Masyarakat Karena Dianggap Arogan Di Jalan Raya, Klub Captiva Ini Patut Dicontoh Soal Peduli Banjir
(Dok. Captiva Chevy Club)

NONSTOPNEWS.ID - Keberadaan komunitas  otomotif sering kali dicibir soal perilaku konvoy yang cenderung arogan di jalan raya kerena dianggap tak menghargai hak pengguna jalan lain. Perilaku meminta jalan dengan menggunakan strobo dan sirine yang bukan peruntukannya, membuat kesal masyarakat.

Ingin menghapus stigma negatif itu, gerakan klub otomotif bernama Captiva Chevy Club (3C) ini patut dicontoh. Hal itu dibuktikan saat mereka dengan 3C Chapter Brownbek (Brotherhood of Badak Owners Bekasi) menggelar bakti sosial dengan membantu memberikan pasokan air bersih dan menyewa beberapa truk yang digunakan untuk membuang sampah rumah tangga pasca banjir di Vila Nusa Indah 1 dan Vila Mahkota Pesona, Jati Asih Kota Bekasi, Minggu (5/1/2020).

"Anggapan masyarakat soal itu (arogan di jalan raya-red) memang masih ada, tapi kan gak semua. Masih banyak klub otomotif secara sadar menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dan berbagi terhadap sesama. Ya contohnya kepedulian ini," ujar Imam Sudrajat, Ketua 3C Chapter Brownbek, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (6/1/2020).

Lanjutnya, kumpulan pengguna mobil Chevrolet Captiva ini kata Imam, selalu menggaungkan kepekaaan dengan kondisi masyarakat, khususnya seperti yang sekarang terjadi, yaitu banjir yang menggenangi hampir sebagian wilayah Jabodetabek.

"Kami lihat realitas di masyarakat memasuki pasca banjir, mereka resah karena kekurangan pasokan air bersih dan pusing dengan sampah rumah tangga. Mereka dengan sampah itu khawatir akan menimbulkan banyak penyakit. Nah kami hadir," jelasnya.

Warga pun sangat mengapresiasi bakti sosial oleh pecinta mobil yang juga sering disebut dengan Badak ini.

"Kami berterima kasih dengan aksi sosial temen-temen dari 3C ini. Kalau nunggu respon pemkot kan lama ya, kerena dinas terkait pasti kan banyak antrian. Sampah setelah banjir ini rawan penyakit,"  ujar Syamsudin, warga perumahan Vila Nusa Indah 1, yang memang terdampak parah kejadian banjir itu.

Warga Vila Mahkota Pesona, Ricky juga mengatakan, kesadaran dan juga kepedulian 3C setidaknya mengobati dan menjadi semangat bagi warga yang terkena banjir.

"Harapan saya bencana banjir ini menjadi catatan yang kelam di tahun 2020. Saya juga berharap pemkot Bekasi serius tentang tata kelola pembangunan dan dampak lingkungan harus terjaga. Masyarakat juga sama, ubah perilaku buang sampah sembarangan," ungkap Ricky.

Senada dengan Imam, Ketua Umum 3C Adib Miftahul mengatakan, gelaran bakti sosial terlaksana dengan mengumpulkan donasi dari para anggotanya. Ia berharap aksi sosial 3C bisa menjadi trigger atau dorongan klub otomotif lain.

"Tujuan klub otomotif salah satunya agar bermanfaat bagi masyarakat. Mudah-mudahan ini menjadi trigger bagi komunitas otomotif lainnya, agar terus mengasah kepekaan kepada sesama," kata Adib.

Adib juga menghimbau agar pemerintah dan pihak terkait mempunyai respon lebih cepat dan mempunyai deteksi dini, agar kerugian akibat banjir dapat diminimalisir.

"Kami berharap respon lebih cepat dari stakeholder terkait. Deteksi dini sangat diperlukan, apalagi sekarang zaman smart city kan, biar warga bisa menyelamatkan barang dengan maksimal," tutupnya.

Sebagai informasi, Captiva Chevy Club (3C) adalah kumpulan pecinta mobil Chevrolet Captiva yang terbentuk tahun 2009. Memasuki satu dekade alias 10 tahun keberadaannya, hingga Desember 2019, terdapat 1335 anggota yang tersebar hampir diseluruh Indonesia.

Total terdapat 15 Chapter dari Batam hingga Makasar. Klub otomotif ini sering menggelar touring bertema family atau keluarga menjelajahi Indonesia. Bahkan, 3C menjadi klub otomotif pertama yang menggelar touring 3 negara, mulai dari Indonesia - Brunei Darussalam - Malaysia di tahun 2014/2015. (*/red)