Koalisi Partai Ben-Pilar Ramping, Pengamat Nilai Minim Kepentingan

Koalisi Partai Ben-Pilar Ramping, Pengamat Nilai Minim Kepentingan
Koalisi Partai Ben-Pilar Ramping, Pengamat Nilai Minim Kepentingan
(Kb/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Direktur eksekutif lembaga Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul, menyoroti peta koalisi para pasangan calon pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2020.

Diantara tiga pasangan calon yang telah mendaftar, hanya pasangan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, yang di usung oleh satu partai dengan 10 kursi di legislatif yakni partai Golkar.

Sementara dua pasangan calon lainnya, diusung oleh sejumlah partai dengan jumlah kursi legislatif yang lebih dari cukup atau koalisi gemuk.

Menanggapi hal itu, menurut Adib, rampingnya koalisi partai pasangan Benyamin-Pilar justru adalah sebuah keuntungan. Sebab, rampingnya koalisi partai pengusung mencerminkan minimnya kepentingan jika nanti pasangan tersebut terpilih.

Sebaliknya, bagi pasangan yang di usung oleh banyak partai, jika nanti terpilih menjadi pemimpin di Kota Tangsel, maka pasangan tersebut harus mengakomodir sejumlah kepentingan partai pengusung.

“Rampingnya koalisi partai pengusung Benyamin-Pilar, merupakan sebuah keuntungan. Karena, rampingnya koalisi mencerminkan minimnya kepentingan ketika terpilih dan memimpin. Tinggal bagaimana mereka mampu menyampaikan hal tersebut dan mengedukasi masyarakat,” kata Adib, di temui di kawasan Serpong, Rabu (9/9/2020).

Lebih lanjut, Adib menilai, ramping atau gemuknya koalisi partai pengusung pasangan calon, menpengaruhi pembagian tugas dan kerja tim dalam memenangkan para calon.

“Kalau koalisinya ramping, tim pemenang akan lebih efektif dan efisien dalam bekerja. Karena dimanagemen oleh satu komando. Sementara, hal tersebut akan sulit dilakukan bagi pasangan dengan koalisi gemuk, dalam struktur tim pemenangan dari perwakilan partai pengusung sudah pasti memiliki karakter berbeda-beda dalam pergerakan,” pungkasnya. (Kb)