Kisruh Portal, Begini Jawaban Warga Cluster Adena Graha Raya

Kisruh Portal, Begini Jawaban Warga Cluster Adena Graha Raya (Istimewa)

TANGSEL - Sengkarut konflik penutupan portal yang melibatkan warga perumahan Cluster Adena, Graha Raya dengan warga perumahan Pondok Jagung 2, Serpong Utara,Tangsel hingga kini masih alot dan belum menemukan titik temu. 

Terbaru, ratusan warga perumahan Pondok Jagung 2 melakukan demontrasi didepan kantor Satpol PP, Senin (10/12/2018), berujung menuntut portal dibuka. 

Tak terima dianggap menutup sepihak,  warga Adena meminta agar pemkot Tangsel  tidak bertindak sepihak dengan mengabulkan desakan permintaan warga perumahan Pondok Jagung 2.
 
Alasannya, warga Cluster Adena bertindak memasang portal di batas wilayah tersebut untuk mengembalikan kondisinya sesuai site plan, yaitu bertanda garis tertutup/tidak putus-putus. 

“Sebenarnya sebelum kami memasang portal tersebut, di situ sudah ada pintu pagar yang sudah dipasang oleh pihak pengembang. Dulunya sudah mau ditutup oleh pengembang, namun karena ada protes yg tidak berdasar dari perumahan Pondok Jagung 2 hal itu urung dilakukan,” kata Budiono, Ketua RW 10 cluster Adena melalui keterangan tertulis, Selasa (11/12/2018).

Alasan lain warganya keberatan adalah perjanjian jual beli dari pengembang yang tertulis sistem cluster atau satu pintu. 

“Apalagi warga kami membeli rumah di sini dengan perjanjian cluster satu pintu, kami masih ada bukti brosurnya,” lanjutnya.

Warga, kata Budiono juga mengeluh soal keamanan yang selama ini terganggu. 

“Selama belasan tahun, keamanan dan kenyamanan warga betul-betul terganggu hingga akhirnya batas wilayah kami tersebut tertutup sejak tahun lalu,” ujar Budiono.

Lanjut Budiono, pihak pengembang yaitu PT Jaya Real Property juga dari awal telah menyediakan akses jalan utama untuk perumahan Pondok Jagung 2, namun entah kenapa jalan ini oleh mereka malah ditutup.

"Portal tidak difungsikan, malah menghendaki dapat melalui batas wilayah barat Cluster Adena sebagai jalan keluar-masuknya," tambahnya. 

Terkait fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) cluster Adena yang sudah diserahterimakan kepada Pemkot Tangsel yang menjadi dasar bagi warga Pondok Jagung 2  dengan menganggap jalan di dalam Cluster Adena adalah jalan umum, Budiono tak menampik hal tersebut. 

"Memang betul, seluruh jaringan jalan di dalam perumahan kami dan perumahan lainnya yang sudah diserahterimakan, adalah ditujukan untuk kepentingan umum bagi penghuninya. Tapi, masyarakat umum luar yang akan menggunakan manfaat dari jalan dalam perumahan kami, tentunya dalam kapasitas bertamu melalui pintu gerbang di depan, menggunakan aturan bertamu juga tentunya. Sama lah kayak di tempat-tempat lainnya,” imbuhnya. 

Budiono juga berharap bersedia duduk bersama pihak pemkot untuk melakukan kajian yang komprehensif atas permasalahan ini. 

"Kami bukan tanpa dasar bersikukuh seperti ini, banyak sekali dasar fakta dan yuridis yang telah kami kumpulkan. Sehingga kami yakin mana yang hak kami dan yang bukan, dan akan terus mempertahankannya," tutupnya. (*)