Kena Gusur Tol Serpong Kunciran, Warga Tangsel Ini Bingung Ngadu Kemana

Kena Gusur Tol Serpong Kunciran, Warga Tangsel Ini Bingung Ngadu Kemana (Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Saman bin Lisin B. Kunta bersama beberapa keluarga ahli waris warga RW 06 Kelurahan Perigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hingga kini belum mendapatkan ganti rugi pasca lahannya tergerus proyek Tol Kunciran-Serpong.

Hampir berjalan dua tahun, proses ganti rugi atas tanah milik Sarman yang tercatat memiliki luas 174 meter persegi dengan leter C 1020 berjalan alot.

Pasalnya, tanah miliknya turut diakui sebagai aset Pemkot Tangsel sebagai jalan lingkungan, sementara Saman mengaku tidak pernah menghibahkan tanahnya menjadi jalan lingkungan.

Untuk kejelasan perkara tersebut,  Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tangsel dalam keterangannya menyebutkan, jalan lingkungan yang merupakan tanah milik Saman tidak tercatat sebagai aset dari Pemkot Tangsel.

"Masih menunggu penjelasan ketua RT/RW, kan saya belum lama jabat di sini ya kan. Dan memang bahwa tanah tersebut merupakan milik pak Saman," kata Rachmat, Lurah Perigi, saat ditemui di kawasan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel, beberapa waktu lalu.

Rahmat juga menambahkan, secara tertulis dirinya hanya mengikuti keputusan Lurah terdahulu.

"Itu secara tertulis juga sudah ditandangani Lurah, saya sebagai lurah yang baru kan mengikuti," jelas Rachmat

Sementara, BPN Kota Tangsel melalui surat resmi bernomor 716/36.07.600/VI/2018 tertanggal 8 Juni 2018 ditandatangani oleh  Kepala Kantor BPN Tangsel, Wartomo yang ditujukan kepada kuasa hukum dari ahli waris, pada poin 2 huruf E menerangkan bahwa tanah milik Saman difungsikan secara sosial untuk keperluan umum sehingga tidak dibayarkan.

"Iya memang surat ini dari kita, namun untuk permasalahan teknis silahkan tanya ke Pak Sus saja," singkat Kepala Sub Bagian Tata Usaha BPN Tangsel Wahyudi saat ditemui di Kantor BPN Tangsel, Jalan Letnan Sutopo BSD City.

Untuk diketahui, menurut informasi terdapat  3 bidang dari 11 bidang tanah diwilayah Perigi yang terkena dampak proyek pembangunan Tol Serpong-Kunciran yang belum mendapatkan ganti rugi dari pihak terkait, dengan luas total 3149 meter persegi.

Disisi lain, PT Adhi Acset Kso Tbk selaku kontraktor melalui Project Production Managernya Raja Muthia, mengatakan, pada dasarnya tidak ingin mepersulit masyarakat mendapatkan hak nya. Bahkan mereka mendorong kepada pihak berwenang untuk segera diselesaikan agar proyek tersebut segera rampung. (ak)