Kemenangan Inggris Di Rusia, Disambut 'Hujan Darah'

Kemenangan Inggris Di Rusia, Disambut 'Hujan Darah'
Kemenangan Inggris Di Rusia, Disambut 'Hujan Darah'
(Net)

PIALA DUNIA 2018 - Kemenangan dramatis Inggris atas Kolombia melalui babak adu penalti, disambut meriah oleh semua masyarakat Inggris.

Meski harus melalui drama penalti, Inggris berhasil unggul 3-4. Hal itu terjadi, setelah Eric Dier yang menjadi algojo terakhir mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Namun hal aneh justru terjadi di Rusia, beberapa saat setelah kemenangan Inggris tersebut, tuan rumah justru disambut 'hujan darah'.

Tentunya bukan hujan darah sungguhan yang dimaksud, namun ini merupakan salah satu fenomena alam yang sering terjadi di daerah Siberia Utara, Artik salah satu kawasan yang masih masuk wilayah konfederasi Rusia.

Berbagai sumber memberitakan, hujan merah yang terjadi di daerah Siberia Utara ini, disebabkan oleh polusi dari banyaknya area penambangan yang sudah ada sejak era Soviet terdahulu.

Namun salah satu perwakilan perusahaan tambang Nornickel disana, Nadezhdinsky Plant, mengkonfirmasi bahwa itu semua tidak beresiko bagi kesehatan.

Tingginya kandungan iron-oxide (salah satu polutan) di permukaan tanah dan atap pabrik ditambah lagi kuatnya angin dan derasnya hujan turut membawa perubahan lingkungan hingga menyebabkan warna merah yang mirip dengan darah.

Sekedar informasi, bahwa iron-oxide atau oksida logam merupakan salah satu polutan yang sangat korosif (mudah berkarat) sehingga apabila terkena unsur logam atau oksigen di udara akan membuatnya berwarna merah.(UC/ak)