Kejar e-KTP,  Disdukcapil Tangsel Buka Layanan Sabtu-Minggu

Kejar e-KTP,  Disdukcapil Tangsel Buka Layanan Sabtu-Minggu ((istimewa))

TANGSEL - Untuk masyarakat yang hingga saat ini belum memiliki identitas atau KTP, nampaknya tidak perlu merasa khawaatir. Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang Selatan, mempunyai program pembuatan KTP elektronik, dengan proses satu hari.

"Kita terus tingkatkan kinerja kita. Karena semua sudah diatur di Peraturan Menteri nomor 18, terkait pengurusan data penduduk," kata Kadisdukcapil Tangsel,  Dedi Budiawan saat ditemui di Graha Widya Bakti (GWB),  Puspitek,  Tangsel,  Selasa (31/7/2018).

Dedi menyatakan,  untuk mempercepat proses kepemilikan data penduduk,  pihaknya mengaktifkan kerja Sabtu-Minggu,  dengan sistem mobile,  ke seluruh kecamatan yang ada di Tangsel. 

"Sabtu dan Minggu kita tetap mobile.  Jadi kalau warga yang belum memiliki KTP atau Kartu Keluarga,  atau yang mau mengurus dokumen tersebut, kita terus layani dengan maksimal," tuturnya. 

Saat ini,  Disdukcapil Tangsel,  diberikan sekira 20 ribu blanko KTP,  untuk nantinya sebagai pengganti Surat Keterangan (Suket). 

"Beberapa waktu lalu, kita mendapatkan stok blanko untuk KTP sekitar 20 ribu.  Itu disiapkan,  untuk pengganti suket di masyarakat.  Nah,  kalo untuk yang baru bikin,  cukup rekaman di kecamatan,  nanti kita bantu untuk di dinas. Jadi data perekeman baru semua dikirim ke dinas," tambahnya. 

Sementara untuk Kartu Identitas Anak (KIA),  dirinya mengaku sudah membicarakan kepada Walikota, terkait kesediaan blanko.  Menurutnya,  pihaknya masih berfokus kepada pengurusan KTP,  mengingat Pileg dan Pilpres 2019. Belum lagi, jika anak-anak harus mengantre untuk mendapatkan KIA. 

"Ya,  beberapa waktu lalu saya udah bicarakan dengan Walikota.  KIA bukan tidak penting,  tapi saat ini kita masih berfokus kepada data KTP.  Apalagi jelang Pilpres dan Pileg 2019, makanya kita fokus kesitu (KTP)  dulu.  Karena nanti untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),  tidak lagi menggunakan undangan,  tapi masyarakat cukup bawa KTP elektronik,  terus bisa mencoblos.  Itu dulu yang kita kejar,  untuk dukung Pilpres dan Pileg 2019," tutupnya.  (ak)