Kebut Drainase, DPU Tangsel Bersiap Hadapi Musim Hujan

Kebut Drainase, DPU Tangsel Bersiap Hadapi Musim Hujan ()

Tangsel- Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bersiap menghadapi musim penghujan. Beragam penanganan dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) setempat, mengingat kota berpenduduk 1,5 juta jiwa ini juga menjadi daerah lintasan air dari daerah Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

"Ada beberapa kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Tangsel. Mulai dari penanganan kecil hingga penanganan besar, seperti Pembangunan drainase kota dan drainase lingkungan, pembangunan kolam tampung di Jurang Mangu Barat dan Nusa Loka," kata Plt Kepala Dinas PU Kota Tangsel, Aries Kurniawan.

Tandon Nusa Loka atau Maruga Pond Park, menurutnya sudah dikerjakan sejak tahun anggaran 2017 silam. Tahun 2018 ini, pembangunan dilanjutkan dengan penanganan pada beberapa bagian, seperti gedung parkir.

"Pekerjaan Maruga Pond Park ini akan selesai di Desember 2018, Insyallah kalau tidak ada aral melintang akan diresmikan pada Januari 2019. Untuk Tandon Jurang Mangu Barat, pelaksanaan baru dilakukan," katanya seraya mengaku Maruga Pond Park dibangun diatas lahan 1,2 hektar dengan luas tandon 4.035 meter, kedalaman tandon kurang lebih 2,5 meter.

Selain membuat penampungan air, Aries mengaku pembersihan saluran air atau drainase dan anak sungai juga dilakukan. Ini mengingat sebagian besar genangan di kota dengan tujuh kecamatan ini berasal dari tersumbatnya aliran air pada drainase ataupun anak sungai.

"Saat musim penghujan ada beberapa drainase yang tersumbat dan air menggenang, namun genangannya hanya beberapa centimeter saja. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, genangan air yang selalu terjadi setiap kali hujan, lebih banyak disebabkan oleh kerusakan saluran air. Karena itu, harus diperbaiki untuk mengurangi dampaknya," tandasnya.

Aries mengaku, Dinas PU Kota Tangsel juga melakukan penanganan di aliran anak sungai yang melintas di Kota Tangsel. Antara lain penanganan longsor di Daerah Aliran Sungai (DAS) Angke sebanyak 35 titik, DAS Cisadane sebanyak 25 titik dan penanganan longsor DAS Pesanggrahan 10 titik.

"Meski masih ada beberapa titik yang sedang dalam proses pengerjaan, namun penanganan terhadap musim hujan yang bisa menyebabkan terjadinya genangan air atau banjir, sudah dilakukan antisipasi. Titik saluran air yang dilakukan penanganan, merupakan sumber dari terjadinya genangan air di pemukiman warga. Maka, pengerjaannya diprioritaskan," terangnya. (*)