Kasus PT PITS Bakal Distop Oleh Kejari Tangsel? TRUTH Ancam Gelar Aksi

Kasus PT PITS Bakal Distop Oleh Kejari Tangsel? TRUTH Ancam Gelar Aksi
Kasus PT PITS Bakal Distop Oleh Kejari Tangsel? TRUTH Ancam Gelar Aksi
()

NONSTOPNEWS.ID - Beredar desas desus dari kalangan internal Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan, bahwa penanganan kasus PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) tidak akan dilanjuti proses penanganannya.

Meski, kabar tersebut belom dipastikan kebenarannya. Namun, ketika dikonfirmasi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tangsel, Agung Purwoto, memberikan jawaban yang terkesan janggal.

“Belum pada bisa datang, kendala Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mas. Masih Puldata (Pengumpulan data) mas,” singkatnya, ketika ditanya mengenai perkembangan penanganan kasus dan waktu turunnya perintah penyelidikan perihal terkait dari Kepala Kejari Tangsel, melalui pesan Aplikasi WhatsApp, Rabu (20/5/2020).

Terpisah, menanggapi hal tersebut aktifis anti korupsi dari Tangerang Transparency Public Watch (TRUTH) Jupri Nugroho, terkait penanganan kasus PT PITS yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah Kota Tangsel tersebut.

Dikatakannya, bahwa penanganan kasus sebaiknya dilakukan secara transparan, supaya informasi dimasyarakat tidak simpang siur, yang menimbulkan persepsi negatif terhadap aparat penegak hukum.

“Aparat Kejaksaan harus membuka sejauh mana penanganan kasus ini ke publik, sudah sampai mana prosesnya, agar tidak muncul persepsi negatif dari masyarat kepada aparat penegak hukum,” ujar Jupri.

Lebih lanjut, Jupri memastikan akan memantau terus penanganan kasus ini, bahkan jika diperlukan, selain menyampaikan Laporan Pengaduan (Lapdu) secara langsung. Bahkan jika diperlukan TRUTH akan menggelar aksi di Kantor Kejari Tangsel.

Sebelumnya, seperti dikatakan oleh Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel), Muhamad Taufik Akbar, Kejari Tangsel telah meningkatkan penanganan persoalan PT PITS ke tahap penyelidikan.

“Dalam perkembangannya PT PITS itu sudah kita tingkatkan ke proses penyelidikan, jadi sudah ada tindakan hukum. Ada beberapa orang yang sudah dimintai keterangan, tapi untuk kelanjutannya masih kita tunggu dari pihak Pidsus. Karena kami enggak mungkin memberi materi apa yang didalami, karena masih proses penyedilikan. Nanti ketika sampai proses penyidikan, kami kasih tau,” ujarnya di kantor Kejari Tangsel, Jalan Promoter BSD City, Serpong, Jum’at (8/5/2020) lalu.

Sekedar informasi diberitakan beberapa kali sebelumnya, kasus yang ditangani Kejari Tangsel ini salah satunya adalah soal kerjasama PT PITS dengan PT Tangsel Tirta Mandiri (PT TTM) yang merupakan salah satu anak perusahaan BUMN. 

Proyek kerjasama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan anggaran fantastis senilai Rp 340 miliar tersebut dilakukan tanpa adanya pemberitahuan ke DPRD Kota Tangsel. Padahal kerjasama soal jual beli air sudah dilakukan sejak 2017, dengan BUMD Kabupaten Tangerang, yaitu Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kerta Raharja (TKR). Banyak pihak menilai terdapat dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh kalangan direksi PT PITS. (KB)