Kapolda Banten Sebut Puluhan Pelabuhan Tikus Jadi Pintu Masuk Narkoba

Kapolda Banten Sebut Puluhan Pelabuhan Tikus Jadi Pintu Masuk Narkoba (Istimewa)

SERANG - Setelah dilantik menjadi Kapoda Banten, Brigjen Pol Tomsi Tohir langsung memetakan daerahnya dari serangan bandar narkoba.  

Hasilnya, 24 pelabuhan yang bersifat terbuka atau ilegal dan minim pengawasan akan dilakukan pengawasan ketat. Diduga melalui puluhan pelabuhan inilah narkoba memasuki wilayah Banten. 

“Di Banten ada 24 pelabuhan tikus yang bisa di darati, baik barang maupun narkoba,” kata Kapolda kepada wartawan, Jumat (30/11/2018).

Menurut Tomsi, kurangnya pengawasan menjadi celah masuknya narkoba demi menghindari petugas.

“Saya sudah koordinasi dengan Dirnarkoba, kami mencoba berupaya yang terbaik. Apalagi dengan adanya perubahan tipe Polda Banten,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolda menambahkan dalam pemberantasan narkoba melalui jalur tikus, aparat Polda Banten tidak bisa bekerja sendiri. Pihaknya juga perlu dukungan, baik dari masyarakat maupun awak media untuk memberikan informasi.

“Kita ingin berkontribusi yang baik untuk masyarakat Banten dan saya juga sudah tekankan kepada Pejabat Utama (PJU) Polda Banten untuk berprestasi dan profesional,” tambahnya.

Selain pelabuhan tikus, Tomsi mengungkapkan peredaran narkoba yang dibuat oleh home industri di wilayah Banten juga masih tinggi, khususnya di wilayah Tangerang yang saat ini masuk ke dalam wilayah hukum Polda Metro Jaya.

“Ada beberapa home industri di Tangerang yang di ungkap Polda. Oleh karenanya kita akan lebih intensifkan lagi pengawasan,” ungkapnya.

Diketahui, pada 20 November 2018 lalu, Polres Metro Jakarta Barat berhasil menyita 44 kilogram sabu dan 20.000 butir ekstasi kelas I dari pelabuhan tikus di wilayah Bojonegara, Kabupaten Serang.

Sebelumnya juga, pada Juli 2017 lalu jaringan narkoba internasional melakukan penyelundupan 1 ton narkoba jenis sabu-sabu di Pelabuhan tikus Hotel Mandalika Anyer, Kabupaten Serang oleh 8 orang WNA asal Tiongkok. (*/red)