Kanwil DJP Provinsi Banten Limpahkan Kasus Penemplangan Pajak Ke Kejari Tangsel

Kanwil DJP Provinsi Banten Limpahkan Kasus Penemplangan Pajak Ke Kejari Tangsel (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Penyidik Kantor wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Provinsi Banten melimpahkan kasus pengemplangan pajak yang dilakukan oleh salah seorang pengusaha kontraktor ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Tersangka berinisial AR, diduga melakukan penggelapan laporan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pada periode pajak sejak Januari hingga Desember 2016.

Sahat Dame Situmorang, Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Banten menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap tersangka tindak pidana perpajakan berinisial AR.

"Sangkaan tindak pidana pajak terhadap yang bersangkutan, adalah dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan yang isinya tidak benar dan dengan sengaja tidak menyetorkan Pajak yang telah dipungut melalui perusahaannya," kata Sahat dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2021).

Sahat menerangkan, tersangka AR, melakukan tindak pidana pajak tersebut, dalam periode Januari sampai dengan 
Desember 2016. Dengan cara memungut PPN atas penyerahan jasa konstruksi yang dilakukannya tetapi tidak disetorkan ke kas negara.

"Tersangka juga merekayasa laporan SPT masa PPN. Atas perbuatan tersebut 
tersangka melanggar pasal Pasal 39 ayat (1) huruf d dan huruf i Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 sebagaimana diubah terakhir dengan UU Nomor 16 tahun 2009 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara 
Perpajakan dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan dan paling lama 6 tahun dan denda paling sedikit 2 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar dan paling banyak 4 kali jumlah pajak terutang yang tidak atau kurang dibayar," jelas dia.

Atas peristiwa tersebut, negara kata Sahat, mengalami kerugian akibat perbuatan tersangka hingga sebesar Rp260 jutaan. 

Sahat menerangkan, atas kerjasama antara Kanwil DJP Banten, Kejaksaan Tinggi Banten dan Polda Metro Jaya
berkas perkara atas tersangka AR sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Peneliti (P-21) dan telah dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan, kemarin. 

Kepala Seksie intelijen Kejari Tangsel, Ryan Anugerah membenarkan adanya pelimpahan berkas dan tersangka perpajakan tersebut. 

"Sudah P21 dan sudah kita terima tersangka AR, seorang Direktur Perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor. Domisili di Kecamatan Serpong Utara," jelas Kasie Intelijen Kejari Tangsel, Ryan Anugerah dikonfirmasi, Kamis (14/1/2021).

Ryan menjelaskan, pengungkapan kasus pengemplangan pajak itu bermula dari petugas pajak yang menerima laporan pajak perusahaan tersangka, saat membaca laporan tahun 2017. Dan diberikan masa waktu penyelesaian administrasi namun tidak dibayarkan. 

"Tersangka mengemplang pajak sejak Januari hingga Desember Tahun pajak 2016 tidak disetorkan senilai Rp200 juta sekian. Harusnya disetorkan ke kantor KPP Pratama Serpong. Penyidik dari KPP Serpong, dilimpahkan ke Kejati diteliti berkas dan memenuhi syarat formil materil dilimpahkan ke Kejari Tangsel," jelas Ryan.

Saat ini, tersangka AR lanjut dia mendekam di ruang tahanan Mapolres Tangsel, sebagai tahanan titipan Kejaksaaan Negeri Tangsel.

"Sekarang dititip ke tahanan Polres selama 20 hari. Sebelum itu perkara dilimpahkan ke Kejari," jelas Ryan. (red)