Kang Tamil : Jika Prabowo Tidak Layak Nyapres, Jokowi Juga Tak Layak!

Kang Tamil : Jika Prabowo Tidak Layak Nyapres, Jokowi Juga Tak Layak! ()

TANGERANG - Hasil pilkada serentak yang di rilis melalui berbagai lembaga survey menyatakan kemenangan PDI-P dan Gerindra sangat kecil bahkan dinyatakan kalah di basis masing-masing.

Hal ini memunculkan isu oleh Beberapa pihak yang hangat di media massa belakangan ini bahwa Prabowo dinilai tidak layak untuk maju sebagai calon presiden, bahkan muncul hastag tandingan #jadigantipresiden?

Melihat hal ini, pengamat komunikasi politik TSJ Circle Tamil Selvan menyatakan bahwa hasil pilkada tidak berkorelasi langsung terhadap calon presiden walaupun tetap memiliki keterkaitan.

"Masyarakat hari ini sudah sangat cerdas dalam berdemokrasi, dan tidak bisa dipengaruhi dengan hal-hal yang bersifat pencitraan. Dalam menentukan pilihannya, masyarakat cenderung lebih melihat kepada kapasitas dan kredibilitas dari calon yang diusung. Jikapun ada efek dari para tokoh yang menjadi juru kampanye, persentase itu sangat kecil," ujar pria yang akrab disapa Kang Tamil ini.

Lanjutnya, kecerdasan masyarakat ini terbukti ketika Kotak Kosong dinyatakan menang di Kota Makasar, serta unggul di berbagai wilayah di daerah dengan calon tunggal.

"Masyarakat hari ini sudah sangat cerdas dalam berdemokrasi, mereka lebih melihat figur calon daripada juru kampanyenya. Buktinya kotak kosong menang diberbagai wilayah tanpa ada yang mengkampanyekan" kata Kang Tamil.

Jika Gerindra yang hanya menang di 3 wilayah dalam pilgub, lalu animenya menyatakan bahwa prabowo tidak layak nyapres, maka Jokowi juga tidak layak nyapres, sebab hanya mengantongi kemenangan di 4 wilayah. 

"Kalau Gerindra kalah lalu prabowo dinilai tidak layak nyapres, berarti jokowi juga ngak layak dong, kan beliau kader PDI-P, Presiden lagi, jadi analogi seperti ini salah dan tidak fear" tutur Kang Tamil.

Tamil pun mengingatkan, jangan lupa bahwa suara gerindra dan PDI-P juga tidak berbanding lurus dengan suara Prabowo dan Jokowi. Suara Prabowo dan Jokowi cenderung jauh lebih tinggi dari pada suara partainya dan bahkan ketokohan mereka yang mendongkrak suara partainya.

"Jika kita melihat Pileg dan Pilpres 2014, justru suara Pabowo dan Jokowi yang jauh lebih tinggi dari suara partainya, hal ini membuktikan bahwa efek kedua tokoh inilah yang mendongkrak Gerindra dan PDI-P," sambung Kang Tamil.

Walau tidak berkorelasi secara langsung, namun kemenangan dan kekalahan pada pilkada ini juga merupakan bahan intropeksi bagi partai politik dalam menghadapi pilpres. 

Sebab partai-partai besar cenderung kalah pada perhelatan ini. Para partai politik ini harus mengkaji kembali strategi, taktik, serta pola pola komunikasi politik yang digunakan.

"Kekalahan pada Pilkada ini merupakan bahan introspeksi bagi partai politik, berarti ada pola-pola yang keliru dan harus diperbaiki. Jadi analogi Prabowo atau Jokowi tidak layak nyapres karena partainya kalah pilkada, ini salah kaprah menurut saya," tutup kang tamil. (ak)