Kado HUT RI ke 73 : Bank Banten Rugi  Rp 67 Miliar

Kado HUT RI ke 73 : Bank Banten Rugi  Rp 67 Miliar ((Ilustrasi/Net))

JAKARTA - PT. Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk membukukan rugi sebesar Rp 67,72 miliar pada semester I-2018.

Nilai tersebut membesar 60,24% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 42,26 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kerugian tersebut diakibatkan pendapatan bunga yang bertumbuh tipis 1,97%, yakni dari Rp258,27 miliar pada semester I-2017 menjadi Rp 263,38 miliar.

Sedangkan beban bunga perusahaan melonjak 15,19% menjadi Rp184,13 miliar pada semester I-2018, dari Rp159,84 miliar pada semester I-2017.

Begitu juga dengan beban operasional selain bunga bersih yang meningkat menjadi Rp168,42 miliar dari sebelumnya atau periode Juni 2017 yang mencapai Rp157,57 miliar.

Sementara dari total aset, perseroan membukukan sebesar Rp 8,14 triliun pada semester I-2018. Perolehan aset ini paling banyak dikontribusi dari penyaluran kredit yang mencapai Rp 5,65 triliun. Kemudian liabilitas tercatat Rp7,42 triliun dan ekuitas sebesar Rp720,62 miliar.

Sampai saat ini, Bank Banten masih berstatus BUKU I atau bank dengan modal inti di bawah Rp 1 triliun. Tercatat, modal inti Bank Banten pada Juni 2018 sebesar Rp371,57 miliar.

Untuk bisa naik ke level berikutnya, Bank Banten berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp 655 miliar pada Semester II-2018.



Rights Issue Bank Banten pernah tertunda sejak 2017 lalu karena Pemprov Banten sebagai pemegang saham pengendali belum menganggarkan dana guna penyuntikan modal. Saat ini Pemrov Banten memiliki 51% saham Bank Banten, setelah mengakuisi dari Recapital Group.


Dalam proses akuisisi yang terjadi pada 2016 lalu tersebut, Bank Banten menggelar dua kali rights issue. Pada rights issue pertama, Bank Banten meraih dana Rp 643,7 miliar, sementara yang kedua Rp 423,84 miliar. (ibc/red)