Kado HUT Banten ke- 18, Mahasiswa : WH-Andika Gagal

Kado HUT Banten ke- 18, Mahasiswa : WH-Andika Gagal ()

SERANG - HUT provinsi Banten ke-18 dihadiahi oleh ratusan mahasiswa dengan melakukan aksi demontrasi. Mereka melakukan orasi di depan kantor DPRD Banten, Kamis (4/10/2018).

Para pendemo terdiri dari Forum Primordial Banten ( FPB ), Himpunan Mahasiswa Indonesia ( HMI ), KMS 30, Front Aksi Mahasiswa ( FAM), Mahasiswa Unbaja, Kumpulan Mahasiswa Lebak ( KUMALA), BEM Unsera, Front Mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa Untirta, HAMAS dan HIMATA.

Dalam orasinya mahasiswa menilai  pemrov Banten kini tertidur, pasalnya masih banyak persoalan-persoalan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) yang masih merajalela, masih banyak oknum pejabat Organisasi perangkat daerah ( OPD) yang nakal dengan menyalahgunakan wewenang dan jabatannya.

"Kepemimpinan WH-Andika gagal melakukan upaya good governance atau pemerintahan bersih sesuai visi misi yang dijanjikan saat kampanye," ujar korlap aksi, Ridwan Anggara.

Menurut Ridwan, juga soal kesehatan yang dicita-citakan pemerintah nyatanya angka kesehatan dinilai semakin tahun semakin mundur, baik dari mutu, sarana dan prasarana lainnya. 

Lanjut Ridwan, soal segi ekonomi. Alih fungsi lahan menjadi industri didaerah di Serang, Pandeglang dan kota Cilegon mengakibatkan konflik agraria dan terjadi penyusutan lahan produktif di Banten.

“ Hal ini jika dilihat dalam data BPS selama dalam waktu satu dekade, sejak tahun 2013 penyusutan lahan mencapai  2.830 hektar tanah beralih fungsikan menjadi lahan tidak produktif,” ujarnya.

Aksi demo yang mereka beri nama Gerakan Oktober (GETOK) juga menuntut  pemprov Banten untuk segera merealisasikan terwujudnya pemerataan infrastruktur, menciptakan ekonomi kerakyatan, meningkatkan mutu dan fasilitas pendidikan dan alokasi anggaran 20% untuk pendidikan. 

Aksi massa baru membubarkan diri sekira pukul 17 Wib dengan kembali menuju titik awal start di kampus Unbaja yang lokasinya tak jauh dari komplek kantor pemrov Banten dengan pengawalan Polisi. (*/red)