Kabupaten Tangerang Diterjang Angin Kencang, Ini Deretan Rumah Rusak

Kabupaten Tangerang Diterjang Angin Kencang, Ini Deretan Rumah Rusak (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID — Sejumlah wilayah di Kabupaten Tangerang diterjang angin kencang, pada, Jum'at (26/2/2021) dini hari. Bencana ini mengakibatkan sedikitnya 23 rumah rusak berat, 18 rumah ringan dan satu korban harus mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit (RS).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tangerang Kosrudin mengatakan, diantaranta enam rumah rusak terjadi di Kampung Kebon Besar Tawang RT 04/03 Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi, satu rumah rusak berat.

Kemudian, di Kecamatan Pakuhaji 23 rumah rusak berat dan 18 rumah rusak ringan, tersebar di delapan desa. Bahkan, Mesih, warga Desa Kalibaru harus mendapatkan perawatan medis karena luka berat akibat peristiwa itu.

“Untuk Kecamatan Mauk, kerusakan rumah ada 14 rumah, yaitu 4 rumah di Desa Tanjung Anom dan 10 rumah di Desa Margamulya,” katanya.

Tak hanya itu, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, hujan lebat dan angin kencang juga menyebabkan beberapa pohon tumbang.

“Untuk Kecamatan Mauk, kerusakan rumah ada 14 rumah, yaitu 4 rumah di Desa Tanjung Anom dan 10 rumah di Desa Margamulya,” katanya.

Saat ini, BPDB masih mendata kerusakan peristiwa yang terjadi sejak pukul 00.20 WIB itu.

“Petugas BPBD Kabupaten Tangerang sudah mendatangi lokasi bencana dan melakukan pemotongan dan pembersihan pohon yang tumbang agar akses jalan kembali dapat dilalui,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat masih akan mengguyur wilayah Jabodetabek tiga hari ke depan, 25-27 Februari, sebagai dampak dari siklon tropis.

BMKG memprediksi dampak dari siklon tropis itu terjadinya cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek terjadi hingga 27 Februari 2021 mendatang.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, dalam keterangan resminya mengatakan, kejadian hujan di wilayah Jabodetabek pada periode tersebut perlu diwaspadai terutama pada malam atau dini hari menjelang pagi dengan potensi distribusi hujan dapat terjadi secara merata.

“Jika dibandingkan dengan curah hujan yang terukur pada tanggal 19-20 Februari lalu, curah hujan pada 25-26 Februari memiliki potensi yang sama yaitu sangat lebat, dapat terjadi ekstrem tidak merata,” ungkapnya. (red)