Kabupaten Serang Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi di Banten

Kabupaten Serang Penyumbang Angka Pengangguran Tertinggi di Banten (Istimewa)

SERANG - Berdasarkan Data Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten agustus 2018 menununjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Serang 12,78 persen lampaui angka rata-rata pengangguran Banten sebesar 8,52 persen.

Pengangguran tertinggi di Banten justru disumbangkan oleh daerah industrial Kabupaten Serang dengan persentasi 12,78 persen, Kabupaten Tangerang sebanyak 9,70 persen dan Kota Cilegon 9,33 persen. Yang paling kecil, tingkat pengangguran terbuka ada di daerah Tangerang Selatan sebanyak 4,67 persen.

Dikatakan sebelumnya beberapa waktu lalu, Kepala BPS Banten Agoes Subeno mengatakan bahwa tingginya angka pengangguran di Banten disebabkan oleh banyaknya migran untuk mencari pekerjaan di provinsi yang berumur 18 tahun itu. 

“Di Provinsi Banten banyak terdapat lapangan pekerjaan yang menarik migran masuk yang mencari pekerjaan ini tidak semuanya terserap oleh pasar kerja sehingga menambah jumlah pengangguran di Banten” Ujar Agoes Subeno, Kota Serang (6/11/2018).

Kabupaten Serang merupkan daerah industrial, tentu banyak perusahaan-perusahaan padat modal yang memiliki investasi besar dengan membutuhkan para pekerja yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan dan para pencari kerja bersaing untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ditambahkan Agoes, bahwa perusahaan padat modal atau industri di Banten tentu membutuhkan para pekerja yang memiliki kemampuan sesuai kebutuhan perusahaan.

“Banyaknya perusahaan padat modal atau industri di Banten yang membutuhkan pasar kerja yang sesuai. Di Banten lulusan SMK merupakan penyumbang pengangguran terbuka tertinggi mencapai 14,23 persen," jelasnya. 

Diketahui bahwa jumlah penduduk Banten yang berkerja pada Agustus 2018 sebesar 5,33 juta orang, naik sekitar 25 ribu pekerja dibandingkan dengan agustus 2017. Untuk TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) yang tertinggi adalah lulusan SMK mencapai 14,23 persen, sedangkan paling rendah yaitu Pendidikan Diploma I/II/III sebesar 3,76 persen. (red)