Kabar Markas Kesenian Bagi Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu Bakal Digusur, Mahasiswa UNIS Orasi Budaya ke Puspemkot Tangerang

Kabar Markas Kesenian Bagi Anak Yatim dan Warga Kurang Mampu Bakal Digusur, Mahasiswa UNIS Orasi Budaya ke Puspemkot Tangerang (Rk-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Belasan mahasiswa Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni dan Budaya dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang menggelar aksi pembelaan dengan lakukan orasi budaya didepan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat, 10 Juli 2020.

Aksi itu untuk mendorong agar rumah kreativitas Semangat Berbagi (Semanggi) yang berlokasi di kompleks perkantoran Cikokol, Kota Tangerang, tidak digusur.

Korlap aksi, Muhamad Panji, mengatakan aksi ini dilakukan karena beredar kabar bahwa rumah kreativitas Semanggi Center diminta untuk dikosongkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang. 

Padahal tempat tersebut selama ini digunakan komunitas anak jalanan, yatim piatu dan masyarakat kurang mampu untuk berkreasi mengekspresikan kemampuannya.

Panji menambahkan, pada aksinya ini mereka meminta kepada Pemkot Tangerang untuk tidak menggusur tempat tersebut. Namun, jika Pemkot tidak dapat memenuhi, pihaknya minta agar Pemkot Tangerang memberikan fasilitas tempat lain agar mereka tetap bisa beraktifitas.

“Kita juga minta Wali Kota Tangerang mengunjungi tempat tersebut dan berkomunikasi dengan anak-anak Semanggi,” katanya.

Menanggapi informasi bahwa tempat tersebut akan di bangun manjadi balai kesenian, Panji mengatakan pesimis. Sementara di Kota Tangerang ada lembaga-lembaga kesenian tertentu, seperti Dewan Kesenian Kota Tangerang masih tak mendapat support memadai pemkot.

Menurutnya, jika Pemkot ingin memfasilitasi gedung untuk para budayawan, seharusnya Pemkot merenovasi gedung kesenian yang berada di Moderland, Cikokol, bukan menggantinya dengan rumah kreativitas Semanggi.

“Kenapa tidak dari dulu DKT yang gedung atau induknya tidak dibagusin? Kenapa harus Semanggi?” tanyanya.

Belasan mahasiswa Unis tersebut tampak berorasi di antara berbagai spanduk yang bertuliskan “Taman Dibangun, Semanggi Digusur” dan “Save Semanggi C”. Aksi tersebut juga diselingi penampilan teatrikal.

Diketahui, lokasi Semanggi Center termasuk aset peralihan. Kepala Bidang Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tangerang Semangku Getar, mengatakan bahwa surat permintaan pengosongan tempat kreatifitas Semanggi itu dibuat karena bangunan tersebut merupakan aset peralihan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Pemkot Tangerang.

“Tugas negara mengamankan. Aset yang baru diterima itu,” katanya di hadapan para mahasiswa itu.

Menurutnya, permintaan Pemkot untuk mengosongkan tempat tersebut merupakan pemenuhan kewajiban karena jika Pemkot Tangerang atau Wali Kota Tangerang tidak mengamankan aset yang baru diserahkan tersebut, berarti Pemkot tidak mengikuti peraturan di negara ini.

Selain Semanggi Center, Juga Gedung Pramuka. Dia pun menjelaskan, selain tempat kreatifitas Semanggi itu, gedung Pramuka yang berada di Kelurahan Suka Rasa, pun telah diminta untuk dikosongkan. (rk)