Juru Bicara Pemerintah Sebut Ketersediaan Fasilitas Kesehatan Tak Akan Mencukupi Penanganan Kasus Covid-19

Juru Bicara Pemerintah Sebut Ketersediaan Fasilitas Kesehatan Tak Akan Mencukupi Penanganan Kasus Covid-19 (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID – Peningkatan jumlah kasus covid-19 di Indonesia dengan data yang dilansir dari situs resmi pemerintah, covid-19.go.id  per tanggal 6 Januari 2020 sudah mencapai 780 ribu orang. Hal ini dinilai mengkhawatirkan lantaran fasilitas kesehatan di Indonesia tidak akan mencukupi jika kasus terpapar virus covid-19 terus mengalami peningkatan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah, Wiku Adisasmito bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan semakin mengkahwatirkan terutama ketersediaan tempat tidur di beberapa RS di Inodonesia.

“Perlu dipahami bahwa masih tersisa hanya sedikit tempat tidur untuk pasien covid-19 ini belum tentu bisa digunakan karena terbatasnya tenaga kesehatan. Apalagi sampai saat ini telah ada sebanyak 237 dokter yang meninggal. Dimana trend jumlahnya terus meningkat semenjak bulan Oktober. Apalagi terutama di bulan Desember,” ujarnya saat konferensi pers, Selasa (5/1/2021).

“Saya akan menyampaikan kondisi keterisian tempat tidur di ruang ICU dan ruang isolasi rumah sakit di Indonesia. Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional ini semakin meningkat dan mengkhawatirkan,” katanya.

Bahkan dia menyebut di beberapa daerah keterisiannya sudah mencapai 70%.

“Di beberapa daerah keterisian tempat tidur untuk ICU dan isolasi per 2 Januari sudah melebihi 70%. Ini diantaranya terjadi di DKI Jakarta, Banten Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah,” paparnya.

Dia mengatakan hal ini menjadi alarm bahwa saat ini kondisi penanganan covid dalam keadaan darurat. Dimana ditandai dengan menipisnya ketersediaan tempat tidur.

Wiku mengatakan jika masyarakat terus abai dan kasus baru terus meningkat maka fasilitas kesehatan tidak akan cukup menanganinya. Dia kembali menegaskan agar protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menghindari kerumunan terus dijalankan untuk mencegah penularan.

“Jika masyarakat terus abai dan meninggalkan kasus baru tidak akan cukup fasilitas kesehatan kita untuk bisa menanganinya. Satu-satunya cara adalah dengan mencegah penularan,” pungkasnya. (red)