Jurnalis Tangerang Desak Polri Usut Kasus Penganiayaan Wartawan Tempo

Jurnalis Tangerang Desak Polri Usut Kasus Penganiayaan Wartawan Tempo
Jurnalis Tangerang Desak Polri Usut Kasus Penganiayaan Wartawan Tempo
(Istimewa)

NONSTOPNEWSI.ID – Puluhan wartawan dari berbagai media di Tangerang melakukan aksi solidaritas atas kasus penganiayaan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi, pada Sabtu, 17 Maret 2021 lalu. Aksi solidaritas ini dilakukan di tugu Adipura, Jalan Raya Veteran, Kota Tangerang pukul 9.30 hingga 10.20 WIB dengan maksud mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan tersebut.

Dalam aksinya, para jurnalis melakukan orasi dan membentangkan poster-poster kecaman atas aksi kekerasan tersebut. Selain itu, juga dilakukan aksi teatrikal sebagai simbol pembungkaman.

Koordinator aksi, Muhamad Iqbal mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan itu.

“Kapolri tolong tangkap pelaku dan adili, agar tak terulang dan menjadi efek jera,” ujarnya

Menurutnya, jika tindak kekerasan semacam ini terus dibiarkan, tak menutup kemungkinan kejadian serupa kembali terjadi. Padahal, jurnalis telah dilindungi Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers.

“Aparat seharusnya paham bahwa jurnalis bekerja dilindungi undang-undang. Apalagi waktu kejadian korban sudah menunjukkan identitas dan memberitahu tujuannya. Tapi kok masih saja kejadian seperti itu, ini perlu dievaluasi semua aparat harus membaca lagi UU,” katanya.

Selain itu, Kapolri juga diminta mengusut seluruh tindak kekerasan dan pembungkaman terhadap seluruh jurnalis di Indonesia yang pernah terjadi.

“Kami meminta Kapolri mengusut semua tindak kekerasan dan pembungkaman terhadap jurnalis pada waktu-waktu sebelumnya, kan banyak tuh saat aksi mahasiswa 2019 dan 2020 lalu di Jakarta, doxing dan sebagainya, adili dong jangan loyo ah!” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, Nurhadi diduga mendapatkan penganiayaan dari oknum aparat di Surabaya setelah mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji. (red)