Jokowi dan WH, Antara Blusukan dan Bagi-bagi Hadiah

Jokowi dan WH, Antara Blusukan dan Bagi-bagi Hadiah (Nonstopnews.id)

TANGERANG - Egaliter, spontan dan nyaris selalu tanpa batasan ketika blusukan bertemu warga adalah kesamaan presiden Jokowi dan gubernur Banten,  Wahidin Halim. 

Dalam kesempatan bertemu masyarakat, keduanya selalu menjadikan momen itu sebagai wahana mengetahui secara langsung, program kerja mereka selaku pemimpin negeri. 

Bukan itu saja, mengukur efektifitas terhadap keberhasilan pemerintah juga dilakukan keduanya, melalui komunikasi langsung kepada publik sebagai 'user'. 

Diberbagai kesempatan blusukan, presiden Jokowi selalu menggelar kuis. Dengan pertanyaan seputar Pancasila, dengan sepeda sebagai hadiahnya. 

"Kalau langsung ketemu masyarakat kan kita bisa langsung tau, bener ga program pemerintah dirasakan masyarakat," kata Jokowi diberbagai kesempatan. 

Ternyata, gubernur WH pun juga sudah lama melakukan blusukan dan bagi-bagi hadiah secara spontan kepada warganya, sejak Dia menjadi walikota Tangerang dua periode lalu. 

Malah dulu, diberbagai kegiatan blusukan sehabis shalat berjamaah, WH langsung 'menodong' kepada para jamaah dengan topi ala koboy yang sering dipakainya untuk tempat menaruh uang sumbangan, yang hasilnya diserahkan di masjid Ia shalat. 

"Saya ya dari dulu begini. Spontan aja. Namanya juga pemimpin, kita kan harus tau keadaan rakyatnya," ujar WH, usai penyerahan bantuan non tunai Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) di gedung KNPI Kota Tangerang, Jumat (21/09/2018) lalu. 

Dalam penyerahan Jamsosratu tersebut, WH tampak asyik berdialog dengan ibu-ibu dan memberikan kuis, dengan hadiah uang tunai. 

"Apa singkatan Jamsosratu?," tanya WH. 

Sumyati, yang diberikan pertanyaan, rupanya tak bisa menjawab. 

"Bantuan bagi warga pak," jawab Sumyati dengan tertawa. 

"Ibu ini, jawabnya asal-asalan, ya udah ini hadiahnya," kata WH tersenyum sembari merogoh saku celana mengambil beberapa uang sebagai hadiah. 

Dalam situasi sangat cair tersebut, komunikasi efektif sangat dirasakan WH, sebagai pemimpin. 

"Kalau kayak tadi kan efektif. Saya tau banget kan, bagaimana yang terjadi pada warga. Jadi informasi tak semua harus dari pejabat," terangnya. 

Style model kepemimpinan yang tanpa jarak juga sangat disenangi oleh warga masyarakat. Sartini, contohnya. Ibu 3 anak penerima Jamsosratu ini, mengakui sangat senang pemimpin yang merakyat. 

"Seneng lah pak. Kalau langsung ketemu kan enak, kita bisa langsung ngomong tentang keluhan kita. Kalau sama pejabat kan belum tentu disampein," pungkas Sartini. (red)