Jelang Pilpres 2019 Bisnis Hoak Laku Keras, Raup Untung Sampai 700 Juta

Jelang Pilpres 2019 Bisnis Hoak Laku Keras, Raup Untung Sampai 700 Juta (Ilustrasi/Net)

NONSTOPNEWS.ID - Tak terasa waktu pencoblosan Pilpres 2019 tinggal menghitung hari. Di sisa waktu yang tak lama itu, bisnis hoak ternyata semakin laku keras.

Hal ini terungkap dalam acara bertema 'Millennials Tangkis Hoax Bersama Pertamina' di Gedung PSP 3 IPB Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019) kemarin.

Kepala Bagian Diseminasi Biro Multimedia Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Heru Yulianto yang menjadi salah satu nara sumber dalam kegiatan ini menyebutkan, ada empat aspek seseorang membuat berita bohong atau hoax. Empat aspek itu adalah, aspek ekonomi, ideologi, provokasi, dan lelucon. 

"Faktor hoak marak bisa raup uang Rp600-700 juta. Misal saya mau sebar hoax supaya jadi viral dan masif ini ada jasa. Cukup Rp10 juta, viral cuman sehari, ini ada kita pernah ungkap," papar Heru.

Kemudian, Heru membeberkan alasan seseorang meneruskan hoax yang telah dibuat tadi. Dia menjelaskan, 48 persen hal itu dilakukan karena seseorang percaya berita yang dia dapat dari orang terpercaya.

Hal tersebut adalah alasan terbesar seseorang meneruskan berita bohong. Kemudian, sebanyak 31 persen melakukan hal ini lantaran mengira berita tersebut bermanfaat.

"18 persen mengira berita yang disebar itu benar. Tiga persen ingin jadi orang pertama yang menyebarkan berita," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus hoax paling masif saat ini adalah hoax soal Pemilu 2019. Kasus seputar kampanye hitam lewat media sosial dan memakai akun palsu.

"Hoax dibuat orang pintar tapi jahat. Disebar orang baik tapi bodoh," pungkasnya. (radarnonstop)