Janji Bakal Gelontorkan 100 Juta Per RW, Pengamat Nilai SNA-Ruhama Ben Hanya Berfantasi

Janji Bakal Gelontorkan 100 Juta Per RW, Pengamat Nilai SNA-Ruhama Ben Hanya Berfantasi
Janji Bakal Gelontorkan 100 Juta Per RW, Pengamat Nilai SNA-Ruhama Ben Hanya Berfantasi
(Kb/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 2 pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Siti Nur Azizah dan Ruhama Ben, menggelar giat sillahturahmi dengan para awak media, sekaligus menyampaikan visi misi dan pemaparan program-program unggulannya.

Salah satu program Azizah-Ruhama adalah pembangunan lingkungan berbasis RT RW dengan alokasi anggaran sebesar 100 juta pertahun untuk setiap RW se Kota Tangsel.

Ketika ditanya mengenai mekanisme realisasi program tersebut, Ruhama Ben menjelaskan, bahwa banyak usulan kegiatan pembangunan ditingkat lingkungan RW pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang tidak terakomodir selama ini. Bahkan ada usulan yang sudah tujuh tahun lamanya tidak terealisasikan.

“Maka ini diberi kesempatan mereka untuk berembuk sehingga ada jaminan 100 juta ini program kegiatan dimereka itu bisa kita alokasikan. Dan masalah mekanismenya, tentu saja kita tidak akan melanggar peraturan atau undang-undang terkait keuangan daerah, kita proses ini kalau nanti harus kita cantolkan melalui Musrenbang, kita lakukan, yang penting ada jaminan nih RW,” ujarnya, di Posko sekertariat bersama Azizah-Ruhama, Jalan Rawa Buntu, Serpong, Senin (12/10/2020).

Namun, Direktur Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul menilai, program Azizah-Ruhama itu tidak logis. Menurutnya, akan sulit merealisasikan program tersebut, karena pembangunan wilayah lingkungan terbagi kedalam sektor-sektornya masing-masing.

“Enggak logis lah, pembangunan di lingkungan itu bermacam-macam. Misalnya penerangan jalan itu leading sektornya tidak sama dengan pembangunan drainase. Pertanyaannya alokasi anggaran tersebut mau ditaro dimana, leading sektornya dinas mana atau organisasi perangkat daerah yang mana. Apakah direalisasikan dalam bentuk hibah, akan sulit juga kan,” katanya, melalui pesan Whatsapp.

Adib mengingatkan, sebaiknya Paslon memberikan program-program yang real, masuk akal dan jangan berfantasi. Karena menurutnya, para pemilih di Tangsel merupakan pemilih-pemilih yang cerdas.

“Tak perlu lah memberikan janji-janji yang muluk-muluk, pemilih di Tangsel itu cerdas-cerdas. Mereka tahu mana program-program dari calon pemimpin mereka yang memang bisa diwujudkan dan mana yang tidak. Para paslon jangan terkesan mencoba membodohi masyarakat,” pungkasnya. (Kb)