Jalan Hancur Akibat Tsunami Bakal Mulus Lagi

Jalan Hancur Akibat Tsunami Bakal Mulus Lagi
Jalan Hancur Akibat Tsunami Bakal Mulus Lagi
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Gubernur Wahidin Halim (WH) berjanji bahwa Pemrov bertekad untuk segera pulihkan dan membangun kembali daerah yang terkena dampak tsunami. Hal prioritas yang telah dilaksanakan Pemprov Banten, selama masa tanggap bencana akan tetap diikuti program saat rehabilitasi.

Kini, pembangunan infrastruktur seperti jalan menuju ke Anyer, Carita hingga Ujung Kulon yang selama ini memang sudah menjadi program pembangunan infrastruktur, bakal digeber perbaikannya.

Hal itu dikatakan Gubernur Wahidin Halim saat memberikan bantuan langsung berupa seragam dan alat tulis sekolah bagi para siswa korban tsunami di Labuan, Pandeglang, Rabu (16/1/2019).

"Sambil semuanya berjalan (perbaikan infrastruktur) Tim Pemprov Banten yang lainnya tetap mengerjakan yang bersifat pendukung lainnya seperti pengetahuan akan tsunami," kata WH.

WH juga menambahkan, trauma healing bagi para korban bencana juga penting agar masyarakat kembali menemukan mental yang kuat seperti sedia kala. Selain itu, Pemrov juga akan mengembalikan perekonomian masyarakat hingga memulihkan kembali Pariwisata.

WH juga menghibur masyarakat yang hadir agar tetap semangat, meskipun beberapa waktu yang lalu musibah datang. Namun kesedihan serta rasa kehilangan harus di jadikan penyemangat untuk meraih masa depan.

“Kita jangan sampai terlarut-larut dalam kesedihan, dan anak anak tetap harus sekolah untuk meraih masa depannya” ujar WH.

Gubernur WH juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mengapresiasi kinerja Bupati Pandeglang, Irna Narulita yang dengan tanggap mengatasi bencana tsunami.

“Kita akan pulihkan dan bangun kembali daerah yang terdampak Tsunami ini untuk dapat bangkit dari efek bencana,” tegas WH.

WH juga mengungkapkan bahwa prioritas utama Pemrov Banten adalah perbaikan sekolah, mulai tingkat SD, SMP maupun SMA. Pemprov akan memberikan bantuan untuk membangun atau memperbaiki bangunan sekolah dengan biaya Rp 50 juta per sekolah. (eh)