Istri Pengusaha Korban Penembakan di Jelambar Berharap Pelaku Dihukum Mati

Istri Pengusaha Korban Penembakan di Jelambar Berharap Pelaku Dihukum Mati (Salah Satu Pelaku Penembakan Terhadap Seorang Pengusaha di Penjaringan)

JAKARTA - Dewi (39) istri dari Herdi alias Acuan (45) salah satu pengusaha solar yang tewas ditembak di Jalan Jelambar Fajar, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan Jakarta Utara pada tanggal 20 Juli 2018 lalu angkat bicara usai ditangkapnya para pelaku yang membunuh suaminya itu oleh tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya.

Dewi bersyukur atas penangkapan itu dan kasusnya sendiri akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa(11/12/2108). Maka dari itu ia bersama keluarga berharap agar para pelaku dihukum yang seberat-beratnya.

"Kami cuma mau minta keadilan, agar nanti pak Hakim bisa memutuskan supaya si pelaku dihukum seberat-beratnya," ujarnya Jumat(7/12/2018).

Dewi juga mengungkap keinginannya hadir dalam persidangan nanti untuk memberikan keterangan.

"Sudah menerima surat panggilan untuk datang ke Pengadilan. Tapi saya harus urus surat cuti terlebih dahulu," ungkapnya.

Sekedar diketahui, Polda Metro Jaya berhasil menangkap otak dan jaringan pembunuhan ini di beberapa tempat di Jakarta, Bekasi dan Maluku.

Penangkapan ini disertai juga dengan penyitaan beberapa alat bukti yang digunakan para Tersangka dalam melakukan pembunuhan termasuk Senjata Api yang diduga digunakan untuk menembak korban.

Beberapa orang Tersangka yang terlibat dalam pembunuhan ini, termasuk otak yang merencanakan dan memerintahkannya, sudah ditahan dan perkaranya sudah dilimpahkan ke Pengadilan.

Namun pihak keluarga korban sempat mempertanyakan beberapa orang Tersangka lain yang sebelumnya sudah ditahan di Kepolisian saat ini diketahui sudah dilepaskan karena penahanannya ditangguhkan. Belum diketahui apa alasan Kepolisian dalam memberikan penangguhan penahanan kepada tersangka-tersangka tersebut.

Berdasarkan ketentuan pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana seperti yang diduga dilakukan para terdakwa ini diancam dengan Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup. 

Atas persoalan ini Keluarga Korban diketahui sudah membuat pengaduan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan sudah meminta perlindungan dari LPSK.(hw)