Ini yang Dikerjakan Pemrov Banten Pasca Bencana, Mulai Bayar Tagihan Berobat, Bikin Huntara Sampai Renovasi Sekolah

Ini yang Dikerjakan Pemrov Banten Pasca Bencana, Mulai Bayar Tagihan Berobat, Bikin Huntara Sampai Renovasi Sekolah
Ini yang Dikerjakan Pemrov Banten Pasca Bencana, Mulai Bayar Tagihan Berobat, Bikin Huntara Sampai Renovasi Sekolah
(Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Korban bencana tsunami yang mendapat perawatan dibeberapa rumah sakit sudah dibayar penuh oleh Pemprov Banten. Korban yang telah ditangani di hampir 16 rumah sakit wasta tersebut kebanyakan telah kembali ke rumah.

"Dan jika masih ada yg dirawat dan memerlukan penanganan setelah masa tanggap darurat dicabut bisa diteruskan di RSUD Banten dan tetap gratis," kata Gubernur Banten, Wahidin Halim, Sabtu (12/1/2019)

Menurut Wahidin Halim, data terakhir yang diterimanya, para korban sudah tertangani dengan telah kembali ke rumah sebanyak 463 orang.

"Sudah pada balik ke rumah masing-masing," katanya.

Pemrov kata WH, pasca tanggap bencana akan melakukan perbaikan rumah baik yang rusak total maupun yang rusak berat.

"Ada sebanyak 717 unit, pembangunannya akan menggunakan dana APBD Pemprov serta dana rekontruksi dari kementerian PUPR. Demikian juga untuk perbaikan rumah ringan dan hunian sementara (Huntara)
yang tersebar di berbagai wilayah sudah dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten," jelasnya.

WH juga memastikan bahwa bantuan kebutuhan bagi korban tsunami tetap akan disalurkan, dan seluruh Posko Bantuan telah ditutup bersamaan akhir masa darurat bencana.

"Bantuan yang bersumber dari dana urunan, donasi dan paket dari masyarakat telah ditutup 10 Januari 2019. Akan dilaporkan setelah hasil audit bantuan nya selesai dan akan diumumkan kepada publik secara terbuka," terang mantan Walikota Tangerang itu.

Selanjutnya, bencana tsunami yang sudah memporak-porandakan berbagai bangunan fasilitas umum salah satunya sekolah tak  luput dari perhatian Gubernur.

"Untuk prioritas utama adalah perbaikan sekolah, baik bangunan SD, SMP maupun SMA yang rusak," tandasnya.

Bukan soal bangunan saja, bantuan seragam dan fasilitas penunjang pendidikan lainnya juga disiapkan. Karena data yang ada hampir sekitar 8 ribu anak SD dan 450 siswa SMP, yang membutuhkan seragam dan perlengakapan Sekolah. 

"Yang siswa SMP laki-laki bikinkan celana panjang, perempuan rok nya panjang juga," ujarnya.

Menurut WH, sembari semuanya berjalan oleh tim Pemprov, program lain yang bersifat pendukung juga digerakkan seperti pengetahuan akan tsunami, memberikan trauma healing bagi para korban bencana, mengembalikan perekonomian masyarakat hingga memulihkan kembali Pariwisata.
Juga, seperti rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur.

"Perbaikan jalan menuju ke Anyer, Carita hingga Ujung Kulon yang selama ini memang sudah menjadi program pembangunan infrastruktur pemprov Banten," jelas WH. 

Diketahui, tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu, mengakibatkan sebanyak 317 orang meninggal dunia, 757 orang luka-luka, 3 orang hilang.  Sementara itu, kerugian material mencapai 1.580 rumah rusak, 37 hotel/villa rusak, 108 unit mobil rusak, 91 unit motor rusak dan 154 unit perahu rusak. (eh)