Ini Ternyata Penyebab Ribuan Wanita Tangsel Bakal Pede Jadi Janda

Ini Ternyata Penyebab Ribuan Wanita Tangsel Bakal Pede Jadi Janda (Ilustrasi/Net)

NONSTOPNEWS.ID - Angka perceraian selama tahun 2018 di Kota Tangerang Selatan mengalami kenaikan drastis.
Berdasarkan data dari kantor Kementerian Agama Kota Tangsel, selama 2018 angka perceraian tercatat 3500 kasus. Angka ini naik tajam, dibanding 2017, yang hanya sekira 2000 lebih kasus.

Diketahui, faktor dominan yang membuat pasangan melakukan perceraian karena dilatarbelakangi perselingkuhan lewat media sosial. Selain itu, masalah ekonomi menjadi penyebab penting terjadinya perceraian.

"Penyebab terjadinya perceraian juga karena masalah ekonomi,” kata Kepala Kemenag Kota Tangsel, Abdul Rojak, Kamis (3/1/2019).

Dari ribuan data permohonan perceraian tersebut, Dewi (bukan nama sebenarnya) menceritakan kepada Nonstopnews.id, Jumat (4/1/2019) soal gugatan perceraiannya terhadap suaminya. Dewi, warga Pakujaya Serpong Utara ini mengaku, keputusan (cerai)  yang diambilnya karena faktor ekonomi.

"Tadinya suami saya kerja mas, tapi udah hampir 3 tahun nganggur. Kini hanya mengandalkan saya yang kerja," ujarnya.

Dewi sebenarnya tak mempersoalkan rezeki yang Ia dapatkan untuk menghidupi ekonomi keluarganya, tetapi suaminya hingga kini dirasa malas dan enggan berusaha mencari pekerjaan.

"Yang bikin kesel, udah males cari kerja atau usaha, ini banyakan main medsos dan ngurusin politik," ungkapnya kesal.

Tambahnya, suaminya rela menghabiskan waktu dengan kongkow bersama temannya guna membahas politik dan agama yang lagi hangat sekarang ini.

"Pagi udah nongkrong di pos satpam, malamnya juga begitu. Jadi bikin saya bulet punya keputusan (cerai)," katanya lirih.

Dewi yang tinggal disalah satu perumahan kelas menengah ini pun siap dengan status janda yang bakal disandangkannya. Baginya lebih baik sendiri, asal pikiran dan hatinya tenang.

Diketahui, untuk menekan perceraian, pihak Kemenag dan dinas DPMP3KB kota Tangsel mengadakan program penyuluhan pra nikah bagi calon pengantin. Nantinya dengan program tersebut muncul sertifikat lulus agar bisa menikah.

Begitu juga bagi pasangan yang sudah menikah, angka perceraian ditekan dengan cara melakukan upaya perdamaian dan mediasi ketika berlangsung sidang gugatan. (ak)