Ini Tarif Sex 3 Gadis Belia asal Bandung yang Dibongkar Polresta Soetta

Ini Tarif Sex 3 Gadis Belia asal Bandung yang Dibongkar Polresta Soetta ()

BANDARA - Satuan reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta berhasil membongkar sindikat jasa prostitusi online dengan korban gadis belia dibawah umur.  

Korbannya, AF (17), AL (16) dan SM (16) berhasil diselamatkan saat berada didalam pesawat Lion Air JT-0042 tujuan Denpasar, Bali di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Rabu (12/9) lalu.

Dari kasus ini, polisi mengamankan 2 orang pria yang masing-masing berinisial IR (21) dan IPB (43).

Asal muasal gadis belia ini tertarik menerima tawaran IR, karena tergiur akan dipekerjakan dengan gaji tinggi, Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per bulan. 

"Sebelum dibawa ke Bali, mereka ditempatkan di sebuah Apartemen di Bandung. Dan ketika di apartemen itulah, ketiga gadis ini ‘dipasarkan’ kepada pelanggan oleh IR melalui media sosial," ujar Kapolres Bandara Soetta, Kombes Victor Togi Tambunan, Jumat (21/9/2018) lalu. 

Rencananya, ketiga gadis belia tersebut akan diberangkatkan ke Denpasar, Bali untuk dipekerjakan sebagai terapis di layanan pijat spa. 

"Penyidik mendapatkan informasi mengenai adanya pelaku yang merekrut anak di bawah umur untuk dipekerjakan sebagai tenaga terapis di sebuah spa di Pulau Bali dengan menjanjikan sejumlah uang," kata Kapolres. 

Yang membuat terkejut adalah bukti yang didapat penyidik yaitu pesan screen capture dari percakapan whatsapp, yang memuat tarif layanan sex. Disitu tertulis ada jasa mulai dari layanan short time hingga layanan threesome.

"Tertulis dipercakapan WA, tarif sekali layanan adalah Rp 650 ribu. Untuk mendapatkan 2 kali layanan dikenakan tarif Rp 1 juta," tambah Kapolres. 

Sementara untuk layanan threesome atau kencan dengan 2 perempuan sekaligus dikenakan tarif Rp 1,5 juta. Tarif tersebut sudah termasuk tempat.

Selain pelaku, polisi juga menyita barang bukti satu unit HP Merk Asus warna silver, 4 lembar surat palsu berupa surat bukti perekaman KTP Elektronik atas nama para korban, dan lima lembar boarding pass.

"Dugaan melanggar UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman pidana penjara lima belas tahun," pungkas Kapolres. 

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Polresta Bandara Bandara Soetta. (*/red)