Ini Alasan ULP Tangsel Dilaporkan ke KPK, Pemenang Proyek Sudah Dikondisikan??

Ini Alasan ULP Tangsel Dilaporkan ke KPK, Pemenang Proyek Sudah Dikondisikan?? ()

TANGSEL - Bobroknya birokrasi dalam proses lelang pengadaan proyek di lingkungan Kota Tangsel, membuat LSM Tuntas melaporkan instansi terkait ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Unit Layanan Pengadaan (ULP) beserta beberapa perusahaan pemenang proyek yang diduga memiliki track record buruk, menjadi bahan laporan kepada lembaga antirasuah tersebut.

Dijelaskan Eldika Sabda Lubis bahwa, pihaknya sudah memberikan laporan, berikut dengan bukti-bukti yang ada, sejak Juli lalu.

"Kita sudah laporkan ke KPK. Beserta dengan bukti-bukti bahwa dalam proses lelang proyek infrastruktur, baik jalan maupun bangunan sudah terkondisikan sebelumnya," kata Sabda saat ditemui oleh Nonstopnews.id, Sabtu (1/9/2018).

"Ada beberapa perusahaan yang memenangi lelang, ternyata bermasalah. Satu contoh saja, pemenang lelang Gedung DPRD Tangsel, 2016-2017. Sudah molor dan tidak selesai begitu, sekarang saya dengar perusahaannya dapat pekerjaan lagi membangun sekolah, apakah ngga gila itu," tambahnya.

Sabda menyatakan, pihaknya akan mendorong KPK, agar segera turun ke Tangsel, supaya dugaan korupsi berjamaah ini, segera dihentikan. "Kita dorong KPK, biar praktik-praktik korupsi di Tangsel ini dibereskan. Kasian pengusaha-pengusaha lokal," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha yang enggan disebutkan namanya menyatakan, setiap proyek yang didapat, pihaknya memberikan 'upeti' dari nilai kontrak proyek tersebut.

"Ngga taulah (upetinya) buat apa. Yang jelas, kita di plot nih, dikasih kuota, proyek yang ini, yang itu. Nah, kita setor deh buat punggawanya. Saya ngga bisa sebut. Tapi transaksi itu memang ada, jadi waktu lelang kita udah dikondisiin," ujar Sumber. (ak)