Ini Alasan BPN Tangsel Tak Bayarkan Tanah Milik Warga Parigi

Ini Alasan BPN Tangsel Tak Bayarkan Tanah Milik Warga Parigi
Ini Alasan BPN Tangsel Tak Bayarkan Tanah Milik Warga Parigi
()

NONSTOPNEWS.ID - Terkait pemberitaan sebelumnya, dimana salah seorang warga Parigi Lama, Pondok Aren, Kota Tangsel Saman bin Lisin B. Kunta yang mempertanyakan soal ganti untung lahan usai terkena proyek Tol Serpong-Kunciran, Badan Pertanahan Negara (BPN) Tangsel angkat bicara.

Dalam keterangannya saat dikonfirmasi, Kepala Kantor BPN Tangsel, Wartomo mengatakan duduk perkara yang menimpa Saman bin Lisin, sehingga pihaknya tidak memberikan ganti untung lahan warga Parigi lama tersebut.

"Setelah kita lihat fakta di lapangan, tanah bernomor 58 milik Pak Saman, merupakan jalan yang difungsikan secara sosial, untuk keperluan umum, sehingga Undang-undang kita mengatur tidak dapat dibayarkan," kata Wartomo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (16/01/2019).

Wartomo menambahkan,  Undang-undang yang mengatur hal tersebut tertuang dalam Undang-undang nomor 2 tahun 2012 Pasal 41 ayat 5.

"Dalam pasal 41 ayat 5 jelas, tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, dimana tuntutan pihak lain atas obyek pengadaan tanah yang telah diserahkan kepada instansi yang memerlukan tanah, menjadi tanggung jawab pihak yang berhak menerima ganti rugi," tambahnya.

Selain mengacu kepada UU tersebut, imbuh Wartomo, pihak kelurahan Parigi Lama pun sudah memberikan denah kepadanya.

"Menurut aturan kami itu memang tidak boleh dibayarkan jalan itu, kalau dibayarkan kami pasti akan temuan itu, gitu loh," jelasnya. 

Selain itu, mengenai riwayat tanah yang menjadi aset pemkot itu sudah ada gambarnya tahun 87.

"Bukti pendukungnya juga sudah disahkan oleh Kelurahan Parigi Lama, disini diakui bahwa ini jalan," tandasnya. 

Pihak BPN tambahnya, selalu memilah data asal usul tanah dengan didukung bukti berupa fakta di lapangan. 

"Setiap tanah punya cerita tersendiri. Pertama kami lihat faktanya dilapangan, kemudian kalau ada komplain-komplain, kami lihat perkasus. Setelah kami teliti kebawah, memang itu fungsinya untuk jalan," tutupnya. (ak)