Ini 15 Kecamatan Di Lebak yang Rawan Longsor

Ini 15 Kecamatan Di Lebak yang Rawan Longsor ()

LEBAK - Menurut data instansi terkait, saat ini ada 15 daerah kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, yang berpotensi bakal terjadi rawan longsor.

Karenanya bagi masyarakat yang tinggal di perbukitan di Kabupaten Lebak, diimbau mewaspadai tanah longsor memasuki musim penghujan yang saat ini tercatat mengalami intensitas cukup tinggi.

Kaprawi, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, mengatakan kepada wartawan, Minggu (16/12/2018), saat ini warga yang tinggal di daerah perbukitan dan pegunungan mencapai ribuan kepala keluarga (KK).

Disebutkan sebelumnya, biasanya sepanjang musim hujan yang turun di Kabupaten Lebak, daerah perbukitan rawan bencana tanah longsor.

Dan kalau sudah terjadi curah hujan yang tinggi otomatis bahaya longsor cenderung meningkat.

Kata Kaprawi, bahkan belum lama ini, tercatat enam rumah warga dan mushala mengalami kerusakan akibat tanah longsor.

Beruntung, bencana tanah longsor di Desa Giri Mukti, Kecamatan Cilograng, tidak menimbulkan korban jiwa. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan agar mewaspadai tanah longsor.

“Kita meminta agar meningkatkan kewaspadaan terutama jika curah hujan tinggi,” kata Kaprawi.

Kaprawi mengungkapkan, saat ini, daerah perbukitan yang masuk rawan longsoran tanah tercatat di 15 kecamatan.

Diantaranya Kecamatan Lebak Gedong, Cibeber, Cipanas, Cilograng, Muncang, Sobang, Gunungkencana, Bojongmanik, Cimarga, Panggarangan, Cihara, Bayah, Cikulur, Cihara, dan Cigemblong.

Sebab, di daerah itu, topografinya perbukitan, pegunungan, juga kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

“Kami minta warga waspada jika hujan tinggi, terutama malam hari, karena khawatir terjadi longsor,” tandas Kaprawi. (red)