Ibadah Qurban Saat Pandemi, Ini Aturannya di Kabupaten Tangerang

Ibadah Qurban Saat Pandemi, Ini Aturannya di Kabupaten Tangerang (Ans-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Hal berbeda nampaknya akan dilakukan pada proses penyembelihan hewan kurban dari tahun sebelumnya. Pada Idul Adha tahun 1441 H ini, penyembelihan hewan kurban harus disertai dengan protokol kesehatan sebagai upaya dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP Kabupaten Tangerang, Kustri Windayani mengatakan, terkait tempat pemotongan hewan kurban, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat harus meminta izin dari DPKP Kabupaten Tangerang dan membuat surat pernyataan terkait kelayakan tempat yang akan digunakan sebagai lokasi pemotongan hewan kurban.

“Sehingga prodesur protokol kesehatan dalam menjalankan pemotongan hewan kurban bisa dilakukan,” ujarnya, Senin, 6 Juli 2020.

Ia menyebut, lokasi pemotongan hewan jangan sampai terlalu sempit, maka nanti akan sulit dalam menjalankan protokol kesehatan. Secara teknis lokasi pemotongan hewan harus mumpuni, antara lain lokasi hewan yang masih hidup, lokasi pemotongan hewan dan tempat pengulitan atau pembagian hewan kurban.

“Tiga tempat tersebut harus jelas, jangan sampai semuanya hanya di satu lokasi,” pungkasnya.

Ia menjelaskan, lokasi hewan yang masih hidup dan hewan yang akan disembelih harus berjauhan, karena jika dilihat dari kesejahteraan hewan (kestrawan) tidak memenuhi, faktor stres pada hewan pun ada.

“Jadi hewan yang masih hidup jangan sampai melihat temannya yang disembelih. Harus berjauhan antara hewan yang masih hidup dengan lokasi proses pemotongan,” jelasnya.

Untuk meminta izin, kata dia, para DKM harus melampirkan layout lokasi pemotongan hewan yang jelas untuk diketahui batas pemisahannya. Selain itu, terkait protokol kesehatannya panitia kurban diminta agar senantiasa menjaga jarak, memakai masker, dan memakai pakaian yang bisa melindungi dari kemungkinan tertular.

“Panitia harus warga setempat jangan ada pendatang. Pembagian daging hewan kurban harus door to door (dari pintu ke pintu) tidak ada pembagian di lokasi kurban yang memicu keramaian,” tutupnya.(SBN/ANS)