Hujan abu Vulkanik, Warga Banten Diminta Pakai Masker dan Kacamata

Hujan abu Vulkanik, Warga Banten Diminta Pakai Masker dan Kacamata (Istimewa)

ANYER - Abu Gunung Krakatau terus erupsi. Semburan abu vulkanik sudah sampai Cilegon dan Serang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta kepada warga agar waspada. Sebab, hujan pasir akibat erupsi bisa merusak mata.

BNPB mengimbau agar masyarakat menggunakan masker dan kacamata jika beraktivitas di luar rumah. Masker agar tidak ganggu pernafasan.

Sedangkan kacamata untuk pelindung mata. Karena, abu itu berbahaya buat mata. Dan, arah angin pada Rabu malam ini banyak berhembus ke arah barat daya.

Hujan pasir saat ini sudah dirasakan oleh Cilegon dan Serang yang telah mengkonfirmasi bahwa adanya hujan pasir akibat erupsi anak Krakatau tersebut.

"Di Cilegon dan sebagian Serang terjadi hujan abu dan pasir tipis. Abu terlihat di permukaan mobil yang diparkir dan permukaan tanah," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho kepada wartawan, Rabu (26/12/2018).

Sutopo berharap agar masyarakat tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Karena khawatir menghirup materil abu vulkanik tersebut.  

"Untuk itu dihimbau mengurangi aktivitas di luar rumah," ucapnya.

Diketahui status Gunung Anak Krakatau masih berada di level dua atau berstatus waspada. Sesuai rekomendasi PVMBG Daerah berbahaya adalah di dalam radius 2 km di puncak kawah.

Warga Cilegon,  Aimar yang ditemui Nonstopnews.id, Kamis (27/12/2018), Abu vulkanik juga sudah mencapai rumahnya di kawasan Gerem, Grogol Kota Cilegon. 

"Sampai rumah saya sudah Mas abunya. Kalo disapuin banyak aja, item kebiruan warnanya," ujarnya. 

Aimar juga saat ini sudah mengungsikan anak istrinya ke Tangerang. 

"Khawatir mas anak istri saya bawa ke Tigaraksa," pungkasnya. (red)