Hoax Ratna Sarumpaet, GNR Lapor ke Bawaslu Soal Kampanye Hitam Kubu Prabowo 

Hoax Ratna Sarumpaet, GNR Lapor ke Bawaslu Soal Kampanye Hitam Kubu Prabowo  ((Nonstopnews.id))

JAKARTA - Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR) akan melaporkan kubu Prabowo ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) terkait dengan kampanye hitam dengan menyebarkan berita bohong soal aktivis HAM, Ratna Sarumpaet yang mengaku dianiaya. 

Presidium GNR, Muhammad Sayidi mengatakan apa yang dilakukan oleh kubu Prabowo sangat membahayakan. Apalagi, Indonesia saat ini tengah berduka. 

"Kami laporkan ini ke Bawaslu karena jelas melanggar PKPU Nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum," kata Sayidi dalam keterangan persnya di kantor Bawaslu, Kamis (4/10/2018).

Dijelaskan Sayidi kubu Prabowo diduga melanggar pasal 1 ayat 23, pasal 5 ayat 1,2,3, pasal 23 ayat 1(e). Pasal 35 ayat 1 dan 4. Dan ini jelas sanksinya sesuai pasal 69 ayat 1 (b), (c), (e) dan ayat 4. Pasal 76 ayat 1 dan ayat 2. 

"Setelah kita kaji sesuai PKPU 23 jelas melanggar beberapa pasal dan sanksinya jelas. Maka kami meminta agar Bawaslu memberikan sanksi tegas kepada pasangan Prabowo-Sandi," jelas Sayidi. 

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh kubu Prabowo dengan menyebarkan dan merasa terjadi penganiayaan kepada Ratna Sarumpaet jelas kampanye hitam. 

“Kami dari GNR melihat hoax yang dibuat oleh kubu Prabowo adalah Black Campaign yang sangat merusak tatanan demokrasi yang tengah kita jaga,” tegasnya. 

Sayidi menilai hoax yang dibuat oleh kubu Prabowo adalah kampanye hitam yang dituduhkan kepada kubu Joko Widodo. Tentu ini kata dia sangat meresahkan dan bisa mengadu domba rakyat. 

“Selain polisi, Pengawas Pemilu dalam hal ini Bawaslu haru turun untuk melakukan penyelidikan. Jika terbukti ada upaya pemecah belah, harus ada sanksi tegas,” ungkapnya.

Sayidi pun meminta agar kubu Prabowo bermain secara sehat tidak membuat gaduh masyarakat dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Persaingan Pilpres 2019  jangan sampai membuat masyarakat terpecah hanya karena kampanye hitam.

“Kita harus hindari ini semua. Mari bersaing secara sehat, tunjukan secara kinerja. Jangan hanya bermain ditataran berita bohong. Ini tidak bagus bagi pendidikan politik masyarakat,” pungkasnya. (*/red)