HMI Soroti Mangkraknya Si Benteng

HMI Soroti Mangkraknya Si Benteng ()

NONSTOPNEWS.ID - Mangkraknya program Angkutan Umum Si Benteng milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang turut disoroti oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Tangerang Raya. 

Mereka menyesalkan lantaran program tersebut belum terealisasi sampai saat ini. Padahal, Pemkot Tangerang telah menghabiskan dana sebesar Rp 15 Miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD). Anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan 80 unit mobil. Kini, 80 mobil tersebut hanya terparkir di Terminal Poris Plawad.

Untuk diketahui, Walikota Tangerang, Arief Wismansyah pada 12 Juli 2020 mengatakan, mangkraknya Si Benteng lantaran anggaran Pemkot Tangerang yang minim. Dikarenakan adanya rasionalisasi anggaran untuk menanggulangi Pandemi Covid-19. Sehingga berdampak pada pengoperasian Si Benteng.

Ketua HMI Tangerang Raya, Izad Jazuly menilai pernyataan tersebut ambigu. Lantaran, Si Benteng telah dianggarkan pada APBD tahun 2019.

"Menurut saya ini masih bersifat ambigu atas pernyataan itu," ujarnya Jumat, (4/12).

Kemudian, kata Izad pernyataan Walikota pada Selasa, (1/12) lalu soal mangkraknya Si Benteng karena menunggu persetujuan dari Pemprov Banten tidak dapat dibenarkan. 

"Jika menunggu aturan turun dari pemrov berarti perda tsb di teribtkan terlebih dahulu jika di anggap bertentangan maka di uji materi kepada mahkama konstitusi," katanya.

Menurut Izad pernyataan Walikota Tangerang tidak relevan dan bertentangan dengan pasal 18 ayat (6) UUD Tahun 1945.

"Pemerintahan Daerah berhak menetapkan Peraturan Daerah dan peraturan-peraturan lain untuk melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan dan di pertegas dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah pasal 65 ayat 2 huruf b," tegasnya.

Sebelumnya, Arief Wismansyah mengatakan perpindahan dari plat merah ke plat kuning harus melalui persetujuan dari Pemerintah Provinsi Banten. 

"Jadi kita lagi nunggu dari provinsi terus kita kan semua perda nunggu dari provinsi nah dari provinsi belum keluar. Itu kan harus ada proses administrasi registrasinya kalau cukup di saya besok juga saya jalani kan ini proses yang harus kita tempuh," pungkasnya. (SN/Red)