Habis Banjir Muncul Musim Demam Berdarah, Warga Kota Tangerang Dihimbau Waspada

Habis Banjir Muncul Musim Demam Berdarah, Warga Kota Tangerang Dihimbau Waspada (Kepala Dinkes Kota Tangerang, Liza Puspita Dewi/pm-nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, mengimbau kepada warga Kota Tangerang untuk mengantisipasi perpindahan dari musim hujan ke musim panas. Sebab, hal itu dapat menyebabkan adanya nyamuk demam berdarah.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, Liza Puspita Dewi mengatakan, perpindahan musim tersebut jentik nyamuk demam berdarah sering muncul dan suka berkembang biak di tempat-tempat yang ada genangan airnya. Maka itu, masyarakat harus waspada dan melakukan pencegahan sejak dini.

“Biasanya jentik nyamuk demam berdarah suka bersarang di genangan air, penyimpanan air dan juga tempat yang kotor. Makanya, masyarakat harus teliti melakukan pemeriksaan terhadap tempat yang bisa menjadi sarang nyamuk demam berdarah,” terang Liza, Senin (17/2/2020).

Liza menyatakan, pada saat musim hujan nyamuk demam berdarah tidak akan bisa muncul. Karena jentik yang mengendap dalam gorong-gorong, genangan air dan juga tempat-tempat yang bisa menampung air akan terbawa air hujan yang membuat jentik tidak akan berkembang biak.

“Kalau dipergantian musim, jentik nyamuk tersebut akan mudah berkembang biak. Karena, tempat yang mereka singgahi tenang dan tidak akan terganggu. Jadi masyarakat harus melakukan Menguras, Membersihkan, Mengubur (3M),” jelasnya.

Soal kasus demam berdarah di Kota Tangerang, Liza mengatakan, belum ada laporan warga yang terkena demam berdarah hingga parah. Apalagi pascamusim hujan sejak awal tahun hingga saat ini, laporan dari rumah sakit belum ada yang masuk.

“Kalau kita cek, sampai saat ini belum ada laporan warga Kota Tangerang yang terkena demam berdarah,” katanya.

Liza menambahkan, permasalahan demam berdarah tidak hanya Dinkes saja yang menangani. Melainkan peran masyarakat juga harus ikut serta dalam melakukan pencegahan sejak dini agar tidak ada jentik nyamuk yang berkembang biak.

“Jadi kita harus bekerjasama untuk memberantas jentik nyamuk ini, kita sudah memberikan sosialisasinya bagaimana membasmi jentik nyamuk demam berdarah,” tukasnya. (pm/red)