Golput Jadi Peluang SNA Salip Elektabilitas Benyamin dan Muhamad

Golput Jadi Peluang SNA Salip Elektabilitas Benyamin dan Muhamad
Golput Jadi Peluang SNA Salip Elektabilitas Benyamin dan Muhamad
(Kb/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) menilai Golongan Putih (Golput) atau para pemilih yang enggan mengunakan hak pilih, bisa jadi modal untuk bakal calon Walikota Siti Nur Azizah (SNA) untuk menyalip elektabilitas pesaingnya seperti Benyamin Davnie dan Muhamad, dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2020.

Seperti disampaikan oleh direktur eksekutif KPN, Adib Miftahul, berkaca pada Pilkada 2015 lalu, partisipasi pemilih hanya berkisar diangka 57 persen, sisa 43 persen adalah Golput. Menurutnya, angka Golput itu akan bertambah akibat pandemi Covid-19, yang diperkirakannya bisa mencapai 55 persen.

“Ini artinya jumlah suara yang diperebutkan oleh para kontestan jadi semakin sedikit, sekitar 200 sampai 300 ribu suara bisa jadi pemenang. Jadi, menurut saya ini adalah sebuah peluang besar bagi calon yang memiliki elektabilitas rendah, pasangan calon yang bisa dalam tanda kutip mengalahkan angka Golput, maka dialah yang akan memenangkan pertarungan ini,” terangnya, di cafe Roti Bakar Edi, Jalan Raya Ciater, Serpong, Rabu (5/7/2029).

Lanjutnya, dari ketiga bakal calon Walikota, SNA saat ini masih memiliki elektabilitas lebih rendah dari calon lainnya. Namun, SNA berpeluang untuk menyalip elektabilitas dari kedua calon Walikota tersebut.

“Dari angka Golput yang tinggi itu, jadi peluang besar buat calon dengan elektabilitas rendah seperti SNA. Mau tidak mau, karena melihat dari basis pemilih diwilayah kampung-kampung SNA tak ada harapan, maka dia harus berjuang untuk merebut suara Golput,” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan survey KPN tiga nama calon dengan tingkat popularitas tertinggi ialah Benyamin Davnie 72 persen, Muhamad 46 persen, dan SNA 40,3 persen. Untuk tingkat liketabilitas yang menduduki posisi tiga teratas adalah Benyamin Davnie 43 persen, Muhamad 30,8 persen, dan SNA 22,5 persen. Sementara, tiga calon dengan elektabilitas tertinggi yaitu Benyamin Davnie 39,2 persen, Muhamad 25 persen, dan SNA 21,5 persen.

Survey tersebut dilakukan kepada seluruh warga negara Indonesia di Tangsel yang memiliki hak pilih pada Pilkada 9 Desember 2020, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah saat dilakukan survei. Adapun smple yang diambil sebanyak sebanyak 440 responden, dengan sampling of error 4,8% pada tingkat kepercayaan 95%. 

Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling selama periode 17-24 Juli 2020 dengan quality control dilakukan secara acak sebesar 20% dari total sample, melalui withness dan spotcheck.

“Dari survey yang sudah kami lakukan, angka Golput memang sangat tinggi, namun ini masih bisa berubah menjelang waktu pemilihan nanti,” pungkas Direktur riset KPN Emily Syahir.