Gelar Uji Kompetensi, PWI Banten: Kompeten Bukan Sekedar Label

Gelar Uji Kompetensi, PWI Banten: Kompeten Bukan Sekedar Label (Rena/Nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - PWI Banten baru saja menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ke 16 yang dilaksanakan di Aula Setda III Pemkot Cilegon, Sabtu (7/11/2020).

UKW yang dilaksanakan selama dua hari mulai 6-7 November 2020 itu diikuti oleh 34 wartawan dari jenjang muda, madya, hingga utama.

Dalam UKW Banten yang merupakan pelaksanaan ke 480 diseluruh Indonesia itu, diketahui 2 peserta tidak hadir dan 32 peserta yang mengikuti ujian dinyatakan kompeten oleh penguji, yakni 4 peserta UKW Utama, 6 peserta UKW Madya, dan 22 peserta UKW Muda.

Ketua PWI Banten, Rian Nopandra menyampaikan, setelah 100 persen peserta yang mengikuti UKW dinyatakan lulus, mereka memiliki tanggung jawab besar.

"Aplikasinya di lapangan nanti. Predikat ini jadi tanggung jawab besar untuk semua, jadi label kompeten ini bukan untuk main-main, tetapi titik awal menjadi lebih baik," kata pria yang akrab disapa Opan.

Dirinya berharap agar seluruh peserta yang telah mengikuti uji kelayakan tersebut tidak cepat berpuas diri dan terus meningkatkan kemampuan untuk meraih jenjang yang selanjutnya.

"Jangan berhenti sampai disini, terus belajar untuk memberikan yang terbaik bagi dunia jurnalis," ujar Opan.

Ditempat yang sama, Wakil Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Suprapto menyatakan kebanggaannya atas dinyatakan kompeten seluruh peserta UKW Banten.

Namun, Suprapto berharap lulusnya peserta dari UKW tersebut bukan merupakan puncak dari segalanya dalam jurnalis. Dia mengatakan ujian sesungguhnya ada saat seorang wartawan mengaplikasikannya di lapangan.

"Harus bisa menjadi contoh dan teladan, benar-benar jadi produk jurnalistik yang menyejukkan, menjadi inspirasi bagi kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Suprapto berpesan, sebagai salah satu pilar demokrasi di Indonesia, wartawan harus mampu menyaring setiap pemberitaan yang akan disampaikan ke publik.

Hal itu, lanjut Suprapto, sebagaimana yang disampaikan oleh wartawan senior Jakob Oetama tentang dampak tulisan seorang wartawan.

"Saat menulis, wartawan harus memikirkan dampaknya. Teman-teman yang sudah kompeten pasti tahu terhadap dampak dari sebuah tulisan. Hal ini tentunya untuk dapat menciptakan kedamaian dan proses kehidupan yang lebih baik," pungkasnya sambil menutup acara UKW PWI Banten. (Rn)