Gelar Debat Timses Pilkada Tangsel, KPN : Banyak Program Sama Masyarakat Bingung

Gelar Debat Timses Pilkada Tangsel, KPN : Banyak Program Sama Masyarakat Bingung (Direktur Kajian dan Riset, Kajian Politik Nasional (KPN), Tamil Selvan/stimewa)

NONSTOPNEWS.ID - KPN (Kajian Politik Nasional) bersama SMSI (Serikat Media Siber Indonesia) menyelenggarakan debat kandidat calon kepala daerah Kota Tangerang Selatan agar masyarakat dapat mengetahui program unggulan para calon dengan lebih jelas.

Bertindak sebagai panelis debat, Direktur Kajian dan Riset KPN Tamil Selvan mengatakan bahwa dalam hasil pemantauan tim nya, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui tentang sosok calon yang berkompetisi apalagi program yang ditawarkan.

"Ini bukan lomba cerdas-cermat sehingga ada yang menang dan kalah. Acara ini inisiatif kami (KPN) bersama SMSI agar masyarakat TangSel lebih paham program masing-masing paslon. Sebab hasil pemantauan kami di lapangan, masih ada yang tidak tahu bahwa akan ada pilkada di Tangsel ini," ujar Kang Tamil usai acara debat di Kantor SMSI, Kamis, 12/11/2020.

Pengamat Politik ini mengatakan bahwa ada program-program unggulan dari para paslon yang masih membingungkan masyarakat, bahkan ada paslon yang memiliki program yang sama. Sehingga menurutnya, perlu pendalaman agar masyarakat tahu perbedaan antar program paslon sehingga masyarakat dapat lebih yakin dalam memberikan suaranya.

"Ada program yang sama, dan banyak yang bikin bingung, bahkan memunculkan kecurigaan di masyarakat. Seperti program paslon 1 dan 2, yang sama-sama memberikan dana dan intensif untuk RW dan RT. Nah kalau ada dana pembangunan langsung begini Musrembang kan jadi kacau, Bappeda juga binggung. Lalu paslon 3 ingin membangun gedung UMKM di areal kantor pemkot, lokasi yang jauh dari market dan pelaku UMKM, nah kan jadi bingung lagi. Ini yang perlu di jelaskan sejelas-jelasnya ke masyarakat," jelas Kang Tamil.

Dikesempatan yang sama Direktur Eksekutif KPN Miftahul Adib yang bertindak sebagai moderator debat mengatakan bahwa persentase masyarakat rasional dan irasional di Kota Tangerang Selatan memiliki besaran yang sama, sehingga perlu dilakukan strategi yang tepat agar informasi tentang para paslon dapat diketahui dengan baik.

"Kalau untuk masyarakat irasional, para paslon sudah jago lah, setiap hari tim nya turun ke lapangan. Tapi untuk pemilih rasional, perlu diadakan debat seperti ini agar mereka dapat mengerti dengan jelas program masing-masing paslon, dan akhirnya memutuskan untuk menyalurkan hak suaranya 9 Desember nanti," tutur Adib.

"Yah, semoga angka golput bisa ditekan, dan Tangsel dapat pemimpin yang tepat," sambung Adib seraya menutup wawancara. (Red)