Gedung di Pemkot Tangsel Tak Sesuai UU Layak Fungsi, Ini Sebabnya

Gedung di Pemkot Tangsel Tak Sesuai UU Layak Fungsi, Ini Sebabnya
Gedung di Pemkot Tangsel Tak Sesuai UU Layak Fungsi, Ini Sebabnya
()

NONSTOPNEWS.ID - Beberapa Gedung Pemerintah Kota Tangsel, diduga tak sesuai dengan Undang-undang Nomor 28 tahun 2002, tentang pentingnya bangunan lebih khususnya ruangan yang aman dan tahan api (Combustible).

Seperti Gedung DPRD, Gedung Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangsel, dan beberapa gedung dinas yang nampaknya belum memenuhi standar layak fungsi tersebut.

Dijelaskan salah seorang Pengamat dan Ahli Konstruksi Bangunan, Iman Akhirman bahwa, saat ini Dinas Pemadam Kebakaran harus lebih aktif mengingatkan, dan melakukan inspeksi di beberapa gedung pemerintahan.

"Silahkan saja di cek. Gedung DPRD dan Puspem Tangsel, Kantor Walikota itu menurut saya belum memenuhi standar kelayakan keamanan gedung," kata Kemal saat ditemui dibilangan BSD, Senin (7/01/2019).

Standar kelayakan kata Iman, adalah keamanan dalam hal ini, bagaimana kondisi pengamanan kebakarannya.

"Harusnya, di dinas-dinas itu dipasang dinding yang combustible, tahan api, karena kan disana (dinas-dinas) ada arsip-arsip penting yang harus aman dari gangguan alam, bencana, yang salah satunya kebakaran. Menurut saya tidak ada dinas yang pakai dinding tahan api," tegasnya.

Iman menambahkan, gedung pemerintahan itu sudah punya standar sendiri. Tidak perlu mewah dan megah tambahnya, yang terpenting adalah keamanan dan kelayakan fungsi.

"Gedung pemerintahan itu ngga perlu mewah, sudah diatur kok standarisasinya. Yang terpenting itu standar keamanan dan kelayakan fungsinya," tutupnya.

Dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Uci Sanusi menyatakan pihaknya sudah melakukan inspeksi ke beberapa gedung instansi pemerintahan. Pihaknya sudah memberikan pengarahan-pengarahan terkait kelayakan sebuah gedung pemerintahan.

"Saya sudah melakukan kontrol di Gedung DPRD yang baru. Ada beberapa fisik bangunan yang harus dilakukan perbaikan, karena tidak memenuhi standar kelayakan keamanan. Arahan-arahan juga sudah kita berikan di Dinas Bangunan, nanti kita sidak lagi," kata Uci melalui sambungan telepon.

Uci menuturkan, untuk ruang-ruang arsip memang sebaiknya menggunakan dinding tahan api, namun di Tangsel untuk arsip sendiri ada di Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah (Bapusda).

"Arsip-arsip biasa ditaruh di Bapusda. Nanti kita cek tentang kelayakannya. Yang jelas dari kami sudah seringkali memberikan himbauan, tentang ketersediaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), yang isinya powder, jadi saat kebakaran, dokumen yang ada tidak basah," pungkasnya. (ak)