Gebrak Pak Kumis Berkelanjutan Kembali Bedah 1000 Unit Rumah

Gebrak Pak Kumis  Berkelanjutan Kembali Bedah 1000 Unit Rumah ()

NONSTOPNEWS.ID - Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus melanjutkan pembedahan rumah tidak layak huni pada tahun 2021 ini, kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan Bupati Tangerang sehingga harus terus di gerakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan rumah tinggal layak huni.

Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang Moch Maesal Rasyid mengatakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD salah satu barometer arah pembangunan Kepala daerah adalah bagaimana mengentaskan rumah kumuh yang masih terdapat di Kabupaten Tangerang.

" Pada tahun ini terdapat 1000 unit rumah milik warga di 20 Kecamatan yang bakal di bedah, dimana warga yang mendapat bantuan merupakan keluarga tidak mampu dan kondisi rumah sangat tidak layak huni," tegas Moch Maesal Rasyid, Rabu ( 13/01).

Sementara itu Kepala Dinas  Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Iwan Firmansyah mengatakan masih ada target 5000 rumah warga lagi yang akan di bedah hingga 2023 mendatang.

" Semenjak Dinas Perumahan dan Pemukiman dan Pemakaman berdiri 2017 kita sudah membangun 3000 unit bangunan dan sisanya masih 5000 unit lagi yang harus diselesaikan," papar Iwan.

Iwan menjelaskan, program ini sebelumnya di kerjakan oleh Bappeda namun semenjak tahun 2017 kewenangannya di serahkan ke Dinas Perumahan Pemukiman dan Pemakaman atau Perkim, jadi kita mengerjakan yang menjadi tugas dan kewenangan. 

" Yang jelas, selain sudah ada yang diselesaikan oleh Bapeda kita juga mendapat Bantuan dari Kementrian PUPR terkait program bedah rumah ini, ditambah program bedah rumah okeh swasta melalui CSR serta BAZNAS juga melakukan kegiatan ini, namun jumlah pastinya saya lupa berapa yang sudah di kerjakan oleh teman-teman tersebut," terang Iwan.

Iwan mengakui program bedah rumah ini dilakukan secara zonasi, dimana setiap wilayah yang mendapat bantuan harus satu kawasan dan lokasi rumah yang di bedah merupakan tanah milik.

" Pola yang dilakukan adalah dengan cara sistem zonasi, dimana rumah yang akan di bedah tersebut berada dalam satu kawasan atau satu lingkungan di RT Yang sama, di tambah dengan persyaratan kepemilikan lahan yang sah sesuai sertifikat yang ada," paparnya.

Menurut Iwan selain membedah rumah, Program Gerakan Bersama Rakyat Memberantas Pemukiman Kumuh dan Miskin (Gebrak Pak Kumis)  tidak hanya membangun fisik rumah semata, namun juga memberikan sarana sanitasi Mandi Cuci Kakus atau MCK.

" Jadi tidak hanya rumahnya saja yang kita bantu untuk di bedah, namun kita juga memberikan bantuan terkait MCK didalam rumah tersebut," terang mantan Sekertaris Dinas Bina Marga ini. (red)