Gara-Gara Buat Kopi, Pria di Pandeglang Meninggal Ditikam

Gara-Gara Buat Kopi, Pria di Pandeglang Meninggal Ditikam (Ilustrasi/net)

NONSTOPNEWS.ID – Nasib malang menimpa pria bernama Raiman,(60) warga Desa Kadugadung, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang. Raiman meninggal ditangan keponakannya sendiri lantaran marah karena, HD,(38) pelaku pembunuhan menggunakan kompor rumahnya yang akan digunakan sang istri untuk membuat kopi. Kejadian tersebut berlangsung dikediaman korban, pada Selasa,(05/01/2020).

Pembunuhan ini bermula saat korban ingin dibuatkan kopi oleh sang istri. Karena kompor rumahnya digunakan si pelaku merembus air, alhasil istri korban mengambil air panas dirumah bibinya. Setelah mengabil air panas tersebut, korban marah karena sang istri yang terlalu lama dan menegur pelaku karena menggunakan kompor rumahnya.  Belum sempat dijawab oleh istri, pelaku langsung tersulut emosi karena tersinggung ditegur korban dan terjadi pertengakaran.

Tak lama setelah pertengkaran, pelaku mengambil pisau dapur dan menusukkanya ke bagian ulu hati kemudian mengambil balok kayu dan melemparkannya ke arah korban hingga akhirnya tewas ditempat.

“Awalnya adu mulut dulu, karena paman saya menghampiri saya mau memukul. Saya langsung mengambil pisau dan menusuknya satu kali di bagian ulu hati,” kata HD, saat ditemui di Polres Pandeglang, Rabu (6/1/2020).

Setelah kejadian itu dirinya hanya duduk di depan rumah pamannya sembari melamun. Ia pun mengaku menyesal atas perbuatannya.

“Ya, dibilang menyesal, sih, saya menyesal. Cuma mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Muhammad Nandar membenarkan adanya kasus pembunuhan terhadap korban Raiman oleh keponakannya sendiri. Kini, tersangka berhasil diamankan dengan barang bukti yang ia gunakan saat melakukan pembunuhan kepada pamannya.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang merampas nyawa orang lain dengan sengaja dan penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman kurungan 15 tahun penjara.

“Setelah kejadian, anggota langsung ke lokasi, dan pelaku langsung kita amankan ke Mapolres Pandeglang beserta barang bukti,” singkatnya. (bmco/red)