Gara-gara Banjir, Harga Sembako Naik Tinggi

Gara-gara Banjir, Harga Sembako Naik Tinggi (Eag/nonstopnews.id)

NONSTOPNEWS.ID - Komoditas bahan pangan di sejumlah pasar di Kota Cilegon mengalami kenaikan sebagai dampak tak langsung banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek dan Banten. Beberapa komoditas tersebut mengalami kenaikan yang cukup siginifikan, yakni 40 hingga 60 persen, dari harga sebelum banjir, Jumat (3/01/2020).

Mahdi, salah seorang pedagang mengatakan, ada  beberapa jenis bahan pangan yang mengalami kenaikan, seperti cabai merah,  tomat, dan cabe rawit. Bukan hanya harga yang naik, kata Mahdi, pasokan barang pun agak berkurang. Mahdi yang  sebelumnya biasa mendapat kiriman 30 kg cabai merah, kini hanya mendapat pasokan separuhnya atau 15 kg.

“Sebelum tahun baru, harga tomat hanya Rp10 ribu, tapi setelah tahun baru menjadi Rp15 ribu. Begitu pun cabai merah, dari Rp40 ribu jadi Rp 60 ribu. Selain harga, stok barangnya juga berkurang,” ucap Mahdi.

Kepala UPTD Pasar Kranggot Kota Cilegon Aceng Syafrudin membenarkan adanya kenaikan sejumlah komoditas, khususnya sayur-sayuran. Menurut Aceng, kenaikan harga tersebut akibat faktor alam, yakni cuaca buruk di sejumlah wilayah di Banten dan sekitarnya.

“Untuk sementara ini, stok masih aman, tetapi memang sedikit berkurang. Untuk Kota Cilegon, pasokan sayur selama ini berasal dari Bogor,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk mengantisipasi lonjakan harga lebih tinggi, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk menggelar operasi pasar.

“Untuk menanggulangi kenaikan sejumlah komoditas tersebut, kami akan berkoordinasi dengan dinas untuk menggelar operasi pasar. Salah satunya cabai merah,” tutupnya. (sb/eag)