Gandeng UNIS, Lapas Pemuda Tangerang Buka Kampus Kehidupan

Gandeng UNIS, Lapas Pemuda Tangerang Buka Kampus Kehidupan ((foto : Ukon F Sukanda) )

TANGERANG - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) melalui Lapas Kelas IIA Pemuda Tangerang melakukan perjanjian kerjasama dengan Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi narapidana, Senin (8/10/2018) lalu. 

Nantinya, narapidana yang terpilih akan menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UNIS selama empat tahun sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk Program Sarjana (S1).

Sebanyak 33 narapidana dari seluruh Indonesia telah berkesempatan mengikuti program Kampus Kehidupan di Lapas Pemuda Tangerang melalui seleksi ketat. 

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat meresmikan kelas kuliah Kampus Kehidupan di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, mengatakan kini para narapidana bisa bergelar Sarjana Hukum. 

“Pendidikan itu hak dasar warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Tidak terkecuali bagi narapidana yang sedang kehilangan kemerdekaannya di dalam lapas, dan ini akan menjadi bekal mereka saat keluar nanti,” tutur Yasonna, Kamis (18/10/18).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami menambahkan, dari 33 narapidana, 30 orang diantaranya mendapatkan beasiswa dan tiga orang lainnya kuliah secara swadaya. 

“Selain pendidikan di dalam kelas, mereka juga akan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi. Jika ada narapidana yang telah selesai menjalani masa pidananya atau mendapatkan pembebasan bersyarat, mereka dapat melanjutkan pendidikan di Lapas Pemuda Tangerang atau di UNIS,” katanya.

Sri mengatakan, narapidana yang mengikuti program Kampus Kehidupan juga tidak hanya menerima pendidikan di jenjang sarjana, namun akan mendapatkan pendidikan profesi advokat hingga lulus.

“Diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada narapidana untuk mewujudkan mimpinya mengikuti pendidikan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana dengan harapan mereka dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk pengembangan diri dan membantu sesama,” paparnya.

Ditempat terpisah, Kalapas Pemuda Kelas IIA Tangerang Jumadi menuturkan, pihaknya merasa bangga telah ditunjuk sebagai Pilot Project Lapas Pendidikan oleh Ditjen PAS meskipun hanya memiliki satu kelas dan satu jurusan yaitu Fakultas Hukum.

Menurutnya, dari 33 orang warga binaan 9 diantaranya merupakan warga binaan dari Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Sedangkan sisanya warga binaan dari DKI, Jabar, dan Makasar yang sudah dipindahkan.

“Ya, sebelumnya mereka sudah  dipindahkan ke Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Untuk proses belajar mengajar nanti Dosen dari UNIS yang akan datang kesini. Lapas Pemuda sebagai Pilot Project pertama dan semoga dapat menjadi contoh lapas lainnya,” tandasnya. (red)