Edit Foto Jokowi Pakai Gambar Palu Arit, Caleg Gerindra Tangsel Dilaporkan ke Polisi

Edit Foto Jokowi Pakai Gambar Palu Arit, Caleg Gerindra Tangsel Dilaporkan ke Polisi ()

TANGSEL - Seorang oknum Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Gerindra, Kota Tangerang Selatan berinisial NEY dilaporkan ke polisi, Selasa (2/10/2018).

NEY diduga dengan sengaja mengirimkan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi), menggunakan seragam merah khas PDI Perjuangan, dengan editan gambar palu arit, di dada sebelah kanan, pada seragam yang digunakan oleh Jokowi.

" Dia mengirimkan gambar Pak Jokowi, dengan editan palu arit di seragam yang digunakan oleh Pak Jokowi di foto itu, ke Grup Whatsapp, 'Kongkow Kadin', hari ini, sekira pukul 11 siang," kata Marliansyah Abdul Baset, selaku Sekretaris Banteng Muda Indonesia (BMI) Tangsel, kepada wartawan, Selasa (2/10/2018).

"Sebelumnya, kami sudah mengingatkan beliau (NEY) agar tidak mengirimkan gambar-gambar yang disinyalir akan membuat gaduh, ditengah Pemilu yang saat ini sedang kondusif, terlebih di Kota Tangsel. Saat mengirimkan gambar itu (editan palu arit di seragam Jokowi), sudah keluar Daftar Calon Tetap (DCT). Menurut kami, dengan mengirimkan gambar tersebut, justru akan merugikan NEY sendiri sebagai Caleg," tambahnya.

Pria yang akrab dipanggil Baset tersebut menyatakan, saat dirinya beserta rekan-rekan yang ada dalam grup 'Kongkow Kadin' tersebut mengingatkan NEY, justru berbalik menantang, dengan mengatakan dirinya (NEY) merupakan kerabat dari Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan.

"Dalam pesan whatsapp nya jelas, beliau (NEY) ngomong bahwa Kapolres (AKBP Ferdy Irawan) adalah saudaranya. Bahkan menantang balik. Padahal, kami sudah baik-baik mengingatkan beliau, karena beliau juga Caleg," pungkasnya.

Saat ini, Baset beserta kuasa hukumnya, sedang melaporkan adanya dugaan pelanggaran UU ITE dan Ujaran Kebencian yang dilakukan oleh NEY, ke Polres Tangsel.

Saat dikonfirmasi, NEY masih enggan menjawab pertanyaan wartawan. bahkan memblokir wartawan usai mempertanyakan terkait adanya laporan mengenai dugaan ujaran kebencian yang dilakukannya. Keterangan NEY, akan dimuat pada berita selanjutnya, apabila sudah dapat dikonfirmasi.(ak)