Duh.! Ada Aliran Sesat 'Kerajaan Ubur-ubur' di Kota Serang

Duh.! Ada Aliran Sesat 'Kerajaan Ubur-ubur' di Kota Serang
Duh.! Ada Aliran Sesat 'Kerajaan Ubur-ubur' di Kota Serang
((istimewa))

SERANG - Aliran yang diduga sesat seakan tak pernah hilang. Kini di Serang, Banten baru-baru ini, muncul aliran bernama 'Kerajaan Ubur-ubur'.

Hal itu didapat saat, aparat Polres Serang Kota yang dipimpin Kapolres bersama MUI mendatangi sebuah rumah yang dijadikan tempat ritual aliran tersebut di Jl. Sayabulu, Ciracas, Kota Serang, Senin (13/8/2018).

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin mengatakan, pihaknya mendatangi tempat itu berawal dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktifitas yang dilakukan oleh aliran tersebut.

"Berawal dari laporan masyarakat yang resah. Kita mengantipasi tindakan main hakim sendiri, ini yang tidak kita inginkan, oleh karena itu, kami cepat bergerak dengan para alim ulama dan kesepuhan untuk mendalami yang terjadi," kata Kapolres.

Ia menjelaskan, berdasarkan kesimpulan sementara dari MUI Kota Serang, aliran tersebut telah keluar dari ajaran Agama Islam.

"Kami melihat ada aktifitas-aktifitas yang tidak lazim yang biasa dilakukan oleh umat muslim. Pas saya tanya tadi katanya mereka solat juga, dzikir juga, tapi tidak lazim, seperti mereka bilang Allah memiliki makom, ini yang jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam," jelasnya.

Ia juga menegaskan, pada kesempatan itu, pihaknya membawa SL yang diduga menjadi pemimpin di kelompok tersebut untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Mereka menamakan kerjaan ubur-ubur, di sana ada raja, kepala suku dan lain-lain. Masih dalam penyelidikan, kurang lebih ada tujuh orang, ada urusan ritual, ada penerima tamu kerajaan, urusan ritual, pemberitaan dunia hasil ritual bukan dunia akhirat, tadi sempet dibahas oleh mereka, tujuan mereka itu menggali hasil kekayaan yang terpendam," tegasnya.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Sarbini mengaku merasa terganggu dengan adanya aktivitas di setiap kamis malam (malam jum'at) dari kelompok tesebut hingga menjelang fajar.

"Ga pernah komunikasi, ga nyambung diajak ngobrolnya, tiap malam jum'at banyak orang sampai jam 04 subuh, kalau denger-denger sih paranormal" pungkasnya. (nm/red)