Dugaan Pungli 'Bangku Kosong', DPRD Tangsel Koordinasikan Dengan Kejari dan Polres

Dugaan Pungli 'Bangku Kosong', DPRD Tangsel Koordinasikan Dengan Kejari dan Polres ((ak|nonstopnews.id))

TANGSEL - Komisi II nampaknya serius dalam menangani kekisruhan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis online tingkat SMP di Tangsel.

Keseriusan terlihat, ketika Ketua Komisi II memberikan pernyataan, bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri dan Polres Tangsel, terkait adanya dugaan pungutan, dengan dalih pembelian 'bangku kosong' di SMP Negeri.

"Ya. Kita pasti usut, kita cari tahu juga kebenarannya. Pasti kita koordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian," kata Ahmad Syawqi, Senin (17/7/2018), kemarin.

Informasi yang didapat, terdapat banyaknya wali murid yang harus menanggung kerugian, akibat pungutan liar tersebut.

"Saya Rp.5 juta mas. Dijanjiin masuk SMPN 1, Serpong sama orang dinas," kata Mimi salah seorang wali murid saat ditemui di posko pengaduan, SMPN 11, beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Ari. Salah seorang wali murid, warga Kelurahan Rawa Buntu, Serpong. Tak beda de

"Saya Rp. 8juta. Sama bapak bapak, kayaknya LSM. Dijanjiin masuk SMPN 11, karena rumah saya juga ngga jauh dari sini," katanya. (ak)