Dugaan Praktik Suap Dalam PPDB, Gubernur : Periksa Oknumnya

Dugaan Praktik Suap Dalam PPDB, Gubernur : Periksa Oknumnya (Ilustrasi : Net)

TANGSEL - Melihat masih adanya oknum guru yang mencoba memanfaatkan situasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, Gubernur Banten, Wahidin Halim akan menugaskan Inspektorat Provinsi Banten, agar mengusut tuntas praktik pungutan liar, yang marak terjadi dalam pelaksanaan tahun ajaran baru.

Melalui pesan whatsappnya, pria yang akrab disapa WH tersebut menyatakan, agar Inspektorat menindak tegas, oknum yang diduga meminta sejumlah uang, untuk memuluskan penerimaan siswa di SMP tertentu.

"Menyikapi info tersebut (pungli oknum guru), kami sudah memerintahkan Inspektorat, untuk melakukan pemeriksaan kepada oknum yang diduga melakukan praktik suap menyuap, dalam penerimaan murid baru," katanya kepada Nonstopnews.id, Kamis (12/7/2018).

Diberitakan sebelumnya, terdapat praktik pungutan menggunakan 'jalur belakang', dalam penerimaan siswa baru di jenjang SMP.

"Besarannya Rp. 4,5 juta per anak. Itu pun kolektif, kata oknum gurunya," kata salah seorang warga, yang tidak ingin disebut namanya, Selasa (10/7/2018).

Oknum guru tersebut, diakui merupakan salah seorang guru, dari salah satu SD, di wilayah Cipayung.

"Yang minta justru guru SD pak. Katanya bisa lewat belakang, dengan sistem kolektif. Menurut saya, itu mahal. Karena masuk ke SMP Swasta saja, hanya Rp. 2,5 juta untuk uang pangkalnya," tegasnya. (ak)