DPRD Serang Sebut Akan Kaji Soal Kerjasama Sampah : Harus Rata Kepentingannya!

DPRD Serang Sebut Akan Kaji Soal Kerjasama Sampah : Harus Rata Kepentingannya! (Istimewa)

NONSTOPNEWS.ID - Ketua DPRD Kota Serang, Budi Rustandi ingin memastikan kerja sama soal sampah antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Serang agar tidak membawa dampak yang buruk, terutama untuk Pemkot Serang itu sendiri. 

Budi mengatakan akan melakukan kajian setelah menerima draft dari Pemerintah guna mencari solusi yang terbaik agar tidak banyak kerugian dalam kerjasama tersebut.

“Dewan akan melakukan kajian. Masalahnya pemerintah belum mengirimkan surat kepada kami, lalu dikaji sama kami draft-nya seperti apa. Nanti kami cari solusi yang baik agar tidak banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya,” ujarnya, Jumat (26/2/2021).

Sebagai legistalif, pihaknya tidak akan tutup mata terkait seluruh kebijakan yang akan dikeluarkan oleh Pemkot Serang. Sebab menurutnya, sebuah kebijakan akan memiliki dampak, khususnya kepada masyarakat.

“Bagaimana pun kita DPRD tidak boleh tutup mata, harus melihat dan mengkajinya. Tidak hanya teknis dan ekonomisnya saja, harus keseluruhan agar mengambil kebijakan ini merata kepentingan-kepentingannya,” katanya.

Terkait Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Budi menjelaskan bahwa memang sudah seharusnya dilakukan perbaikan agar tak menimbulkan kejadian yang tak diinginkan seperti tahun sebelum-sebelumnya.

Pihaknya pun mengaku sudah mengupayakan mencari bantuan, baik kepada pemerintah provinsi maupun kepada pemerintah pusat. Namun hingga saat ini, lanjut Budi, tidak ada respons.

“Ini karena tidak ada support-nya dari provinsi terkait bagaimana TPS Cilowong ini tidak bisa dibiarkan, harusnya mereka ada turut membantu. kan kita sudah mengajukan kepada provinsi bantuan, ke pusat sudah, mempertanyakan tidak ada responS, hingga akhirnya kepala dinas ini kebingungan dengan tidak ada anggaran dan tidak apa-apanya dia harus memperbaiki infrastruktur yang memang itu urgent. Kita punya beko 3, mati 2, sisa 1, itu pun sudah ngadat-ngadatan. Lalu armada kita cuma 35 harus menampung per hari berapa kubik tuh, memang kita kekurangan dan harus ada penyelesaiannya,” pungkasnya. (red)