Dongkraknya Kurang Paten, Elektabilitas Pilar Cuma 4,6 Persen Pada Survei Versi KPN

Dongkraknya Kurang Paten, Elektabilitas Pilar Cuma 4,6 Persen Pada Survei Versi KPN
Dongkraknya Kurang Paten, Elektabilitas Pilar Cuma 4,6 Persen Pada Survei Versi KPN
(Ilustrasi/Net)

NONSTOPNEWS.ID - Bakal calon Wakil walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Insan hanya menempati posisi ke lima pada survei Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang dilakukan oleh lembaga Kajian Politik Nasional (KPN), bertajuk ‘Pertarungan para dynasti,siapa laku?’.

“Kemungkinan kalau survei dilakukan di Kota atau Kabupaten Serang, Pilar akan menempati posisi teratas. Artinya di Kota Tangsel masih dianggap bukan siapa-siapa,” ujar direktur eksekutif KPN, Adib Miftahul, usai merilis hasil survei lembaganya, cafe Roti Bakar Edi, Jalan Raya Ciater, Serpong, Rabu (5/7/2020).

Survey tersebut dilakukan kepada seluruh warga negara Indonesia di Tangsel yang memiliki hak pilih pada Pilkada 9 Desember 2020, yaitu mereka yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah saat dilakukan survei. Adapun sample yang diambil sebanyak sebanyak 440 responden, dengan sampling of error 4,8% pada tingkat kepercayaan 95%. 

Penarikan sample dilakukan dengan Metode Multistage Random Sampling selama periode 17-24 Juli 2020 dengan quality control dilakukan secara acak sebesar 20% dari total sample, melalui withness dan spotcheck.

Berdasarkan survei tersebut, dalam  tiga tingkat indikator keterpilihan, Pilar hanya sanggup menempati posisi ke lima pada setiap tingkatan indaktor. Dengan persentase, popularitas 20,8 persen, liketabilitas 12,1 persen, dan elektabilitas sebesar 4,6 persen.

Namun, dalam survei tersebut juga menghasilkan tingginya amgka Golongan Putih (Golput) sebesar 55 persen, sebagai akubat dari dampak pandemi Covid-19. Menurut Adib, tingginya angka Golput dapat dimanfaatkan oleh para kontestan Pilkada Tangsel untuk mendongkrak elektabilitas masing-masing.

“Ini artinya jumlah suara yang diperebutkan oleh para kontestan jadi semakin sedikit, sekitar 200 sampai 300 ribu suara bisa jadi pemenang. Jadi menurut saya, ini adalah sebuah peluang besar bagi calon yang memiliki elektabilitas rendah, pasangan calon yang bisa dalam tanda kutip mengalahkan angka Golput, maka dialah yang akan memenangkan pertarungan ini,” pungkasnya. (Kb)